Scroll untuk melanjutkan membaca
Daerah

Memasuki Musim Kemarau, Kekeringan di Kabupaten Bangkalan Meningkat Dibandingkan Tahun 2019

Avatar
×

Memasuki Musim Kemarau, Kekeringan di Kabupaten Bangkalan Meningkat Dibandingkan Tahun 2019

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, Madurapost.id – Memasuki musim kemarau, kabupaten Bangkalan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih di berbagai wilayah

Menurut data yang dihimpun Reporter MaduraPost, Pada tahun 2019 di kabupaten Bangkalan sebanyak 83 desa dari 12 kecamatan di kabupaten Bangkalan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Sedangkan pada tahun 2020 ada 13 kecamatan dan 85 desa yang terdampak kekeringan.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bangkalan, Rizal Moris menjelaskan bahwa ada pergeseran siklus, pada tahun lalu pihaknya melakukan droping air pertengahan bulan Juli. Namun BMKG menetapkan tahun 2020 puncak kemarau mulai sejak akhir Bulan Agustus.

Baca Juga :  Pertahankan Zona Hijau, Bupati Sampang Tinjau Langsung SUB Posko Gabungan Pelayanan Covid-19 di Banyuates

“Untuk hari ini penyaluran ada 4 armada, 2 tangki kapasitas 4 ribu liter dan 2 tangki 5 ribu liter. Ke kecamatan Tanah merah dan Kokop,” ujarnya Senin (01/09/2020).

Lanjut Rizal Moris, untuk jangka panjang dalam menangani kekeringan di kabupaten Bangkalan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak PU, dan sudah melakukan beberapa kali penelitian untuk mencari sumber mata air.

“Namun tipikal di Madura sumber mata air agak sulit, jadi kita petakan dari 85 desa kekeringan ini, 69 desa kering kritis (ketika bukan musim kemarau sumber mata air bisa mencukupi per orang 10 liter), 16 desa kering langka (ketika bukan musim kemarau sumber mata air bisa mencukupi per orang 10-30 liter,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kronologi Menghilangnya Pasien OTG Dari Isolasi di Balai Diklat Kabupaten Bangkalan

Sementara itu, R Abdul Latif Amin Imron Bupati Bangkalan mengambil langkah memberikan bantuan air gratis kepada masyarakat kecamatan kokop desa mandung dan kecamatan Tanah Merah yang terdampak kekeringan. Selanjutnya akan didistribusi untuk daerah-daerah kekeringan yang lain.

“Tahun ini BPBD telah memetakan sebanyak 13 kecamatan dan 85 desa yang masuk dalam daerah potensi terdampak kekeringan, hal ini tentunya akan segera dilakukan droping air bersih agar tidak menampak luas walaupun saat ini pemerintah kota Bangkalan masih menangani bencana non alam yaitu covid 19,” Ujar Bupati Bangkalan saat memberikan sambutan di pendopo agung Bangkalan.

Baca Juga :  Empat Anggota DPRD Bangkalan Positif Corona Dari Hasil Rapid Tes

Bupati Bangkalan mengintruksikan kepada PPBD untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi yang baik. Pada kesempatan itu juga, politisi partai PPP itu juga status tanggap darurat.

“Kabupaten Bangkalan dalam status tanggap darurat bencana alam kekeringan,” tutupnya.

Diketahui, anggaran untuk dampak kekeringan di kabupaten Bangkalan yang berasal dari BPBD sebesar 100 Juta, dan dari Dinas Sosial (Dinsos) sebesar 75 juta. (Mp/sur/kk)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.