SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hukum & Kriminal

Masyarakat Bira Barat Ancam Usir Kajari Sampang

Avatar
×

Masyarakat Bira Barat Ancam Usir Kajari Sampang

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, Madurapost.id – Tidak adanya kepastian hukum dalam kasus dugaan korupsi pungli Program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Desa Bira Barat Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang membuat geram masyarakat desa Bira Barat.

Proses hukum yang saat ini dalam tahap penyidikan terkesan diperlambat dengan alasan yang tidak pasti dari penyidik Kejaksaan Negeri Sampang.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Masyarakat desa Bira Barat mengancam akan mempermalukan Kepala Kejaksaan Negeri Sampang dengan mengusirnya keluar dari Kabupaten Sampang jika tidak segera menetapkan tersangka.

Baca Juga :  Kejari Sampang Sumpah Semua Saksi Dugaan Korupsi PTSL Desa Bira Barat

Hal itu disampaikan Marzali sebagai perwakilan masyarakat desa Bira Barat yang kecewa terhadap lemahnya proses hukum di Kejaksaan Negeri Sampang.

“Jika kasus PTSL di Desa Bira Barat belum ada penetapan tersangka, Lihat aja nanti ketika masyarakat mengusir Kajari keluar dari Sampang,” Kata Marzali usai keluar dari Kejaksaan Negeri Sampang. Selasa (14/07/2020).

Baca Juga :  Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Ketua PCNU Sumenep Diambil Alih Polda Jatim

Marzali menjelaskan bahwa dirinya hampir setiap hari mendatangi Kejaksaan Negeri Sampang untuk menemui Kajari Sampang.

“Kenapa Pak Kajari tidak pernah bisa ditemui masyarakat Terkait kasus PTSL Desa Bira Barat, ini kan perlu dipertanyakan,” Imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Kasus dugaan korupsi pungli PTSL desa Bira Barat sudah satu tahun bergulir di Kejaksaan Negeri Sampang.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, N.G.O Pamekasan dan AWP Gelar Buka Puasa Bersama

Hukum kejaksaan Negeri Sampang terkesan tumpul menghadapi pemerintah desa Bira Barat sepagai Terlapor dalam kasus ini.

Selama proses Penyelidikan dan Penyidikan, Pemerintah Desa Bira Barat tidak pernah memenuhi panggilan Penyidik Kejaksaan Negeri Sampang, Bahkan tiga kali mangkir dalam panggilan penyidikan. (Mp/nir/kk)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.