Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Maraknya Pungli Parkir di Bangkalan, Pertanda Lemahnya Dishub dalam Penanganan

Avatar
×

Maraknya Pungli Parkir di Bangkalan, Pertanda Lemahnya Dishub dalam Penanganan

Sebarkan artikel ini
Ariek Moein Kasi Lalu Lintas Kabupten Bangkalan

BANGKALAN, Madurapost.co.id -Maraknya Pungutan Liar (Pungli) terkait parkir yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Bangkalan. Rabu, (24/7/19).

Pasalnya, sesuai dengan keputusan
Perda 9 tentang retribusi jasa umum awalnya 1.000 rupiah untuk kendaraan roda dua menjadi 2000, dan untuk kendaraan roda empat 2.000 menjadi 4.000 rupiah.
Hal ini membuat risih masyarakat.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

Adi yang berdomisili Tarogan Kemayoran Bangkalan memaparkan bahwa ia sering menemukan pungli parkir di daerah Bangkalan salah satunya di Stadion Gelora Bangkapan (SGB).

Baca Juga :  Terlibat Carok,Dua Warga di Kecamatan Pegantenan Harus Mendapat Perawatan Intensif di Rumah Sakit

“yang sebenarnya parkir seribu, diambil dua ribu dengan alasan parkir khusus ketika diminta alasan kepihak parkir”.

Ariek Moein Kasi Lalu Lintas Kabupten Bangkalan mejelaskan pihaknya akan memberikan sangsi tegas kepada pihak terkait
“Kita akan memberikan pembinaan dan memberikan teguran”
Ujarnya saat diwawancarai oleh awak media.

“Seharusnya jukir (juru parkir) melakukan pengambilan tarif harus sesuai dengan peraturan daerah. Jika nanti ada jukir yang melakukan pelanggaran akan kita cabut surat izinnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Sidang ke 16 Sangketa Tanah, Kuasa Hukum Penggugat Pertahankan Bukti – Bukti

ada 120 jukir yang memiliki izin atau yang terdaftar di Bangkalan, selebihnya adalah ilegal.

Terkait ketertiban parkir yang menyebabkan kemacetan  di Jl. Panglima Sudirman atau yang dikenal dengam kawasan pecinan, pusat jual beli perhiasan dan juga di Jalan KH Moch Cholil. Menjadi permasalahan tersendiri, karena hingga sekarang masih belum ada solusi untuk itu semua

Baca Juga :  Cuci Tangan Manajemen BRI Sumenep Hingga Dugaan Suap Nasabah Tutup Kasus Terkuak Sistematis

Ariek Moein mejelaskan “kendaraan di Bangkalan setiap tahunnya bertambah 3-5 %, satuan lahan parkir tidak memadai, dan kesadaran masyarakat tertib lalu lintas, serta penataan jukir yang semraut,” paparnya saat menjelaskan.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk parkir 2019 ditargetkan 200 juta setiap tahunnya. Nantinya akan digunakan untuk pembangunan yang lainnya. Pihak Dishub hingga tengah semester  sudah mendapat 56%  dari target 200 juta pertahun. (mp/sur/rul)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.