SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Headline

LSM MADAS Soroti Pekerjaan Tidak Jelas Di Kelurahan Kanginan Kecamatan Pamekasan

Avatar
×

LSM MADAS Soroti Pekerjaan Tidak Jelas Di Kelurahan Kanginan Kecamatan Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Pekerjaan proyek plengsengan yang berlokasi di kelurahan kanginan kecamatan kota pamekasan,(Foto : chandra/kontributor)

PAMEKASAN, Madurapost.co.id – Sistem pengawasan proyek di kabupaten pamekasan akhir – akhir ini sedikit banyak diragukan elektabilitasnya.

Pasalnya disetiap pekerjaan proyek sama sekali tidak jelas. dikarenakan di lokasi pekerjaan tidak ada papan informasi yang menjelaskan pelaksana pekerjaan, asal anggaran, jumlah anggaran dan dinas yang terkait dengan proyek tersebut.Jum’at (05/07/2019)

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Dalam Rangka Hardiknas, Pemkab Pamekasan Gelar Upacara di Lapangan Nagara Bhakti

Seperti halnya pekerjaan yang berbentuk plengsengan di Kelurahan Kanginan Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan  Jawa Timur. Yang secara tidak langsung sudah melewati Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.

Menurut informasi kepala pekerja yang berada dilokasi, hanya menyebutkan pihak yang diduga sebagai pelaksana pekerjaan tersebut.

Baca Juga :  Piala Gubernur Jatim 2020, RD Optimis Madura United FC Unggul atas Bhayangkara FC

“pemiliknya Arif pak, orang desa Sumedangan,” tutur kepala pekerja proyek tersebut.

Sedangkan di lokasi pekerjaan hanya ada baleho peringatan untuk berhati – hati karena sedang ada kegiatan proyek.

Sementara dari tehnik pemasangan dalam proyek tersebut bisa dibilang sangat janggal. Batu hanya disusun 1 baris ke atas dari dasar dan sisa kelebarannya di pasang di atas tumpukan tanah bukan dari dasar pondasi.

Dan pandangan dari Lembaga Sosial Masyarakat ( LSM ) Madura Cerdas ( Madas ) terkait proyek pekerjaan tersebut sangat tegas.

Baca Juga :  Kisruh Reklamasi Pembangunan Tambak Garam di Desa Gersik Putih, Pemkab Sumenep Tidak Responsif?

“persepsi saya sebagai sosial kontrol, tehnik pembangunan proyek yang seperti ini yang patut di jadikan sample laporan ke lembaga audit,” ujar Amiruddin Sekretaris LSM MADAS.

Sampai berita ini di publish pihak pelaksana, pengawas maupun dinas yang terkait dalam pekerjaan proyek tersebut masih misterius karena tidak tahu kejelasannya.(mp/chan/rul)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp Madura Post sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.