Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Kronologi Konflik Asmara Warga Pamekasan yang Berujung Tragis

Avatar
60
×

Kronologi Konflik Asmara Warga Pamekasan yang Berujung Tragis

Sebarkan artikel ini
Konflik warga di Dusun Ragang Desa/Kecamatan Tlanakan diduga masalah asmara, yang memicu cekcok mulut antara keduanya. Situasi memanas dan berujung pada pertengkaran fisik. (MaduraPost/ RadarSampit)

PAMEKASAN, MaduraPost – Suasana Dusun Ragang, Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, berubah mencekam pada Rabu, 17 Juli 2024, sekitar pukul 16.45 WIB.

Peristiwa tragis ini berupa carok yang melibatkan dua pria, Rahem dan Alim, berujung pada kematian. Kapolsek Tlanakan, AKP J. Tirto Atmojo, memaparkan kronologi kejadian dan upaya kepolisian dalam menangani insiden tersebut.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Menurut penjelasan AKP Tirto, konflik berawal ketika Alim, seorang warga Dusun Nangger, mendatangi rumah Rahem di Dusun Ragang sekitar pukul 16.30 WIB.

Kedatangan Alim diduga terkait masalah asmara, yang memicu cekcok mulut antara keduanya. Situasi memanas dan berujung pada pertengkaran fisik.

Baca Juga :  Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Perawat RSUD dr. SLAMET MARTODIRDJO Dipolisikan

“Rahem, korban, kemudian masuk ke rumahnya untuk mengambil pisau. Melihat Rahem bersenjata, Alim pulang ke rumahnya dan kembali dengan membawa celurit. Pertengkaran pun tak terelakkan, yang akhirnya mengakibatkan Rahem tewas di tempat,” ungkap AKP Tirto.

Mendengar laporan warga, AKP Tirto bersama anggotanya segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah-langkah cepat diambil untuk mengendalikan situasi dan mengumpulkan bukti-bukti penting.

“Kami langsung melakukan TPTKP, memberikan pertolongan kepada korban, mengamankan barang bukti, dan menghimpun keterangan dari para saksi,” jelas AKP Tirto.

Korban yang sudah tidak bernyawa kemudian dibawa ke RSUD untuk proses visum. Sementara itu, Alim, pelaku carok, berhasil diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Bocah 16 Tahun di Pamekasan Jadi Korban Dugaan Pencabulan, Pelakunya Mantan Iparnya

Kasus carok ini menambah deretan panjang konflik berdarah di wilayah Pamekasan yang seringkali dipicu oleh masalah pribadi, termasuk asmara.

AKP Tirto menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait motif di balik pertengkaran ini.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Kami akan menggali lebih dalam terkait hubungan antara korban dan pelaku, serta apakah ada faktor lain yang memicu kejadian ini,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan proses hukum terhadap pelaku dan melaporkan perkembangan kasus ini kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Pamekasan.

Baca Juga :  3 Polisi di Pamekasan Dipecat Gara-gara Kasus Narkoba dan Penggelapan

“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini secara adil dan transparan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang bahaya konflik yang tidak dikelola dengan baik. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan mencari penyelesaian masalah secara damai tanpa kekerasan.

Tragedi carok di Dusun Ragang mengingatkan kita semua akan pentingnya kontrol diri dan penyelesaian konflik secara bijaksana.

Kepolisian berjanji akan terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan hukum bagi semua warga.***