Menurutnya, perempuan saat ini sangat sedikit yang ingin menyuarakan hak rakyat dan menyampaikan aspirasi. Sebab itu, tidak mudah saat perempuan di garda terdepan menjadi penyambung lidah rakyat m
“Ingat, tidak mudah menjadi orator aksi yang akan menyanpaikan aspirasi masyarakat bung. Ia harus berdiri berjam-jam di bawah terik matahari dengan suara lantangnya, yang acapkali masih belum didengarkan, bahkan berpura-pura tidak mendengar para birokrat yang keparat itu,” kecamnya.
Saat ada penilaian perempuan merokok, kata Ulif, sapaan akrab Ulifiyah, tentu pemikiran negatif pasti tumbuh tanpa melihat totalitas gerakan mahasiswa. Dalam hal ini demi menyampaikan aspirasi rakyat.
“Ketika merokok itu menjadi satu-satunya cara agar menimbulkan hasyrat totalitas gerakannya, apakah itu salah. No, itu bagian dari dinamika trik dalam beraksi bung,” tutur Ulif.






