SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hukum & Kriminal

Kisah Siti Nurbaya di Sumenep Dibakar Suami Sirinya

Avatar
×

Kisah Siti Nurbaya di Sumenep Dibakar Suami Sirinya

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Madurapost.id – Siti Nurbaya, warga yang bertempat tinggal di jalan KH Mansur No.7E RT.006/RW.001, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dibakar hidup-hidup oleh suami sirinya.

Belum diketahui secara pasti penyebab suami siri Siti Nurbaya itu yakni Ainur Rofiq, warga asli jalan Balean Barat 39 Kelurahan Lowok, Kecamatan Lowok, Waru Kodya Malang tega membakar korban.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hanya saja dalam kronologi kejadian, saksi sekaligus anak kandung Siti Nurbaya yaitu Dya Ayu Ratri (21), langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Kejadiannya tepat hari Minggu tanggal 23 Agustus 2020 sekitar pukul 00.10 WIB. Awalnya, bermula pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2020 sekitar pukul 20.00 WIB, Ainur Rofiq datang kerumah Siti Nurbaya,” ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti dalam rilisnya, Rabu (26/8).

Baca Juga :  Bubarkan HCML di Sumenep, Masyarakat Ancam Akan Datang ke Pengeboran

Kedatangan Ainur Rofiq (Pelaku) kerumah Siti Nurbaya (Korban) disambut sang anak Dya Ayu Ratri (Pelapor). Pelaku lalu menanyakan keberadaan ibu pelapor.

Saat itu, sang anak memberitahukan kepada pelaku bahwa ibunya ada di ruang dapur belakang. Sang anak juga sempat mengikuti pelaku namun tidak sampai masuk ke dapur.

“Mengetahui Ainur Rofiq dan Siti Nurbaya mengobrol kemudian sang anak dipanggil oleh pelaku untuk membeli rokok. Namun, saat itu pelapor mengetahui bahwa pelaku tengah membawa gelas plastik warna ungu dan pink yang berisi 2 botol bensin berada di meja makan,” terangnya.

Baca Juga :  Sopir Angkutan Umum di Probolinggo Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Sebab menerima perintah dari ayah tiri, sang anak langsung membeli rokok keluar rumah. Tak lama kemudian, saat sang anak sampai di rumah mengetahui ada yang terbakar di dapur dan mendengar teriakan dari ibu, langsung menghampirinya.

“Disaat itu anaknya mendapati ibunya telah dalam keadaan terbakar. Lalu kemudian sang anak langsung membantu menyiram air ke ibu pelapor agar padam, dan pelapor kemudian membawa sang ibu ke RSUD Moh. Anwar Sumenep,” jelasnya.

Baca Juga :  Dikawal Ketat Keamanan, PN Pamekasan Gelar Eksekusi Tanah di Dempo Timur

Atas kejadian itu, sang anak yang melaporkan perbuatan ayah tirinya ke polisi meminta untuk segera dilakukan penangkapan.

Usai pelaku ditangkap polisi, kini Ainur Rofiq dijerat kasus tindak pidana penganiayaan yang didahului dengan perencanaan yang menyebabkan luka berat, dengan penerapan pasal 351 ayat (1),(2) subs 353 ayat (1),(2) subs 355 ayat (1) KUH Pidana. (Mp/al/kk)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.