SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlineKesehatan

KH.Mudatstsir Badruddin : Janazah Pasien Covid-19 Wajib Dimandikan

Avatar
×

KH.Mudatstsir Badruddin : Janazah Pasien Covid-19 Wajib Dimandikan

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, Madurapost.id – Polemik penanganan janazah yang meninggal diduga karena virus Corona menimbulkan pro dan kontra.

Apalagi pasien meninggal adalah orang Islam yang secara syar’i harus dimandikan, dikafani, disholati kemudian dikuburkan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sedangkan ketika mengikuti protokol kesehatan covid-19, Pasien yang meninggal karena covid-19 tidak dimandikan dan langsung dikebumikan, Bahkan pihak keluarga tidak diperbolehkan meskipun sekedar melihat.

Menanggapi hal tersebut, Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) KH. Mudatstsir Badruddin angkat bicara. Bahwa Pasien yang meninggal karena Virus Corona tetap wajib dimandikan (Disucikan; red).

Baca Juga :  Gara-gara Tak Ditemui Kepala Satpol PP, Aliansi LSM di Pamekasan Ngambek

“Orang yang wafat karena Covid-19 atau virus-virus lainya termasuk cacar, tetap wajib dimandikan, disucikan justru agar tidak menular,” Kata Kiai Muddatstsir, Jumat (5/6/2020).

Lebih lanjut pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Tersebut Menjelaskan bahwa Pasien yang meninggal karena virus, Maka Virusnya juga akan mati, Baik virusnya Thobi’i (alami) atau rekayasa.

Baca Juga :  RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WARU KABUPATEN PAMEKASAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

“Lagi pula orang yang betul wafat karena virus, ketika meninggal maka virusnya pasti ikut mati. Tidak mungkin menular, baik virusnya thobi’i/alami maupun rekayasa, apalagi masih diragukan apa betul kena virus atau diviruskan,” Imbuhnya.

Pesan KH Mudatstsir beredar luas di pesan media sosial, Sehingga menghilangkan keraguan kepada ummat islam terutama santri yang pernah berguru kepada beliau untuk tetap memperlakukan pasien yang meninggal Covid-19 sebagaimana aturan dalam Islam.

Baca Juga :  Lawan Covid-19, Bupati Sampang Berbaur, Bupati Pamekasan Bersholawat

“Tolong sahabat-sahabat, hal ini disebarkan. Jangan sampai saudara-saudara atau keluarga-keluarga muslim kita yang wafat terkena virus, lalu diperlakukan seperti bangkai atau anjing. Jangan takut sampai mengurangi iman dan tawakkal. Jangan mau diperlakukan dengan aturan yang bukan syar’i. Saya bertanggung jawab tentang hal ini,” Tegas KH. Mudatstsir. (Mp/liq/kk)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.