Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Ketua PGRI Sampang Imbau Guru Tak Lakukan Kekerasan Terhadap Siswa

Avatar
47
×

Ketua PGRI Sampang Imbau Guru Tak Lakukan Kekerasan Terhadap Siswa

Sebarkan artikel ini
Mengingatkan kepada para guru dimanapun terlebih di Kabupaten Sampang untuk tidak menggunakan kekerasan fisik dalam memberikan hukuman kepada muridnya. Ilustrasi. (Foto Google)

SAMPANG, MaduraPost – Beberapa hari ini Kabupaten Sampang dihebohkan dengan pemberitaan tentang adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum seorang guru kepada siswanya di SMPN 1 Camplong.

Hal tersebut membuat Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sampang, Muzakki angkat suara. Saat dihubungi via pesan Whatsappnya, Kamis (16/09/2021).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Kami lakukan pendekatan persuasif kepada kedua belah pihak, selain itu juga memberikan dukungan moril dan motivasi kepada keduanya,” kata Ketua PGRI Sampang,” Kamis (16/09/2021).

Baca Juga :  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Muzakki mengingatkan kepada para guru dimanapun terlebih di Kabupaten Sampang untuk tidak menggunakan kekerasan fisik dalam memberikan hukuman kepada muridnya.

“Kami juga memberikan masukan kepada guru agar lebih hati-hati menjalankan tugasnya, sebisa mungkin tidak menggunakan fisik dalam memberikan sanksi kepada siswa,” imbaunya.

Pihaknya berharap, para orang tua siswa agar bisa memaklumi kejadian tersebut. Sebabkata dia, pemukulan itu terjadi bukan karena unsur kesengajaan atau dendam.

Baca Juga :  Meski Dirawat, Genset Kantor Bupati Sampang Terbakar

“Ini spontanitas tindakan guru dalam mendidik siswa, karena guru datang ke sekolah 120 (semangatnya) sedangkan siswanya 60, sehingga semangat guru yang menggebu-gebu agar anak dapat memahami pelajaran dilemahkan oleh semangat anak yang tidak sampai 100,” ungkapnya.

Dirinya juga sudah berkoordinasi dengan kadisdik selaku pelindung PGRI. Selain itu, pihaknya koordinasi dengan Sekdakab, DKGI serta tokoh masyarakat setempat sebagai upaya menyelesaikan masalah ini.

Baca Juga :  PPKM Tak Jadi Hambatan Berseni, Teater Fataria Sukses Gelar Pementasan

“Guru sudah punya iktikad baik untuk segera meminta maaf atas tindakannya, kesalahannya kepada wali siswa. Kami harap ini bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan,” tandasnya.

Sekedar diketahui, Kasus pemukulan yang dilakukan oknum tenaga pendidik di SMP Negeri I Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terhadap siswinya dilaporkan oleh keluarga korban ke Polres setempat.