Scroll untuk baca artikel
Daerah

Ketua DPRD Sumenep Ajak Pers Jaga Idealisme di Tengah Arus Digital

×

Ketua DPRD Sumenep Ajak Pers Jaga Idealisme di Tengah Arus Digital

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, saat diwawancara wartawan beberapa waktu lalu. (Istimewa for MaduraPost)
PROFIL. Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, saat diwawancara wartawan beberapa waktu lalu. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari kembali menjadi pengingat penting bagi dunia jurnalistik untuk menilai ulang peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wartawan yang bertugas di wilayah paling timur Pulau Madura atas kontribusi mereka dalam menyampaikan informasi publik serta mengawal proses pembangunan selama ini.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ia menegaskan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyebar informasi, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang bertanggung jawab mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik.

“Hari Pers Nasional tahun 2026 ini harus menjadi titik balik bagi kita semua untuk melihat sejauh mana pers mampu bertahan menjaga idealismenya di tengah gempuran algoritma digital yang sering kali lebih mengutamakan kecepatan dan sensasi daripada verifikasi data,” ujar Zainal, Senin (9/2).

Baca Juga :  TPP ASN Tak Jadi Dihapus, N.G.O Pamekasan Gelar Tasyakuran

Politikus PDI Perjuangan tersebut mengingatkan bahwa penetapan HPN melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran penting pers dalam perjalanan sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa.

Menurutnya, perkembangan pers Indonesia telah mengalami perubahan besar, mulai dari dominasi media cetak, munculnya media daring, hingga memasuki era jurnalisme metaverse yang menuntut peningkatan kemampuan dan adaptasi teknologi dari para jurnalis.

“Tantangan pers di Kabupaten Sumenep saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan satu dekade lalu karena masyarakat menuntut transparansi total dan akses informasi yang real-time mengenai kebijakan publik serta penggunaan anggaran daerah,” jelasnya.

Zainal menilai hubungan antara pemerintah daerah, legislatif, dan insan pers di Sumenep telah berjalan cukup baik. Meski begitu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas kritik yang konstruktif demi kemajuan bersama.

“Saya berharap teman-teman wartawan di Sumenep tidak ragu untuk mengkritik kinerja kami di DPRD maupun pihak eksekutif asalkan kritik tersebut didasarkan pada data yang valid dan semangat untuk memperbaiki keadaan, bukan didasari oleh kepentingan pragmatis sesaat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ahmad Marul Saleh: Dari Kuli Ketik ke Kursi Ketua SMSI Pamekasan

Ia juga menyoroti pentingnya peran media lokal dalam mengangkat berbagai potensi daerah, mulai dari pariwisata kepulauan, kekayaan budaya keraton, hingga sektor ekonomi kreatif yang masih membutuhkan eksposur lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, media lokal dapat menjadi etalase daerah untuk memperkenalkan keunggulan Sumenep agar mampu menarik minat investor dan wisatawan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah daratan maupun kepulauan.

“Masa depan pers nasional dan lokal sangat bergantung pada kepercayaan publik yang hanya bisa diraih apabila wartawan teguh memegang Kode Etik Jurnalistik dalam setiap karya jurnalistik yang diproduksinya setiap hari,” terangnya.

Ia juga mendorong perusahaan media di Sumenep agar memperhatikan kesejahteraan jurnalis. Menurutnya, independensi redaksi seringkali sejalan dengan tingkat kesejahteraan para wartawan di lapangan.

Baca Juga :  Achmad Baidowi Peduli Petani, Bagikan Pupuk Gratis di Pamekasan

Dalam hal pengawasan pembangunan, Zainal meminta pers terus memantau pelaksanaan proyek infrastruktur serta program sosial agar tepat sasaran dan terhindar dari praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme.

“Harapan besar kami gantungkan kepada generasi muda jurnalis Sumenep agar tidak lelah belajar dan meningkatkan kompetensi diri, termasuk penguasaan bahasa asing dan teknologi data, agar mampu bersaing di kancah jurnalisme global yang semakin tanpa sekat,” ungkapnya.

Ia menutup dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab. Menurutnya, demokrasi tidak akan berjalan sehat tanpa pers yang kuat dan independen.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026, semoga pers Indonesia khususnya di Kabupaten Sumenep semakin jaya, semakin cerdas, dan senantiasa menjadi suluh penerang bagi jalan kebenaran dan keadilan bagi seluruh rakyat,” pungkasnya.***