Scroll untuk baca artikel
Daerah

Ketua DPRD Sampang Disebut Kabur Saat Aksi Tuntut Percepatan Pilkades

Avatar
33
×

Ketua DPRD Sampang Disebut Kabur Saat Aksi Tuntut Percepatan Pilkades

Sebarkan artikel ini
Wakil bupati sampang rkh ahmad mahfudz datang menemui massa aksi didampingi oleh kapolres dan dandim sampang (foto: Imron Muslim/MaduraPost).

SAMPANG, MaduraPost – Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sampang menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD setempat, Selasa (28/10/2025). Mereka menuntut percepatan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang hingga kini belum juga dijadwalkan.

Namun, di tengah aksi yang memanas itu, Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan disebut tidak hadir dan enggan menemui massa. Kondisi ini memicu kekecewaan dan kemarahan para peserta aksi.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  LSM KPK Akhirnya Resmi Terdaftar di Bakesbangpol Sumenep

Koordinator lapangan (korlap) aksi, Rofi, menyebut ketidakhadiran Rudi sebagai bentuk ketakutan dan sikap tidak bertanggung jawab terhadap jabatan yang diembannya.

“Kata Kapolres, Ketua DPRD pulang. Kami menyebutnya kabur. Bahkan sempat dijemput oleh salah satu anggota dewan ke rumahnya, tapi Rudi tidak ada,” ujar Rofi di sela-sela aksi.

Menurut Rofi, semestinya Ketua DPRD hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat desa. Apalagi, aksi sempat diwarnai ketegangan setelah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Dorong Semangat Kemerdekaan untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat

“Sebagai pimpinan tertinggi di DPRD, dia seharusnya berdiri di depan rakyat, bukan malah bersembunyi,” tegasnya.

Rofi juga menuding sikap Rudi sebagai tindakan pengecut dan tidak transparan.

“Entah karena takut, tidak mampu bicara, atau memang ada tekanan politik dari pihak lain. Tapi menghindar dari rakyat jelas bukan sikap seorang pemimpin,” tambahnya.

Baca Juga :  Mat Jusi Nahkodai FLP Cabang Sampang Periode 2024-2026

Forum Aktivis Madura Bersama Aliansi Masyarakat Desa Bersatu—koalisi yang menggerakkan aksi ini—menilai absennya Ketua DPRD menjadi cermin lemahnya kepemimpinan lembaga wakil rakyat di Sampang. Mereka berjanji akan kembali turun ke jalan jika tuntutan percepatan Pilkades tidak segera direspons oleh pemerintah daerah dan DPRD.