Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Kemensos RI Salurkan Rp120 Miliar Bantuan Sosial Untuk Warga Sumenep, Ini Rinciannya

Avatar
×

Kemensos RI Salurkan Rp120 Miliar Bantuan Sosial Untuk Warga Sumenep, Ini Rinciannya

Sebarkan artikel ini
ACARA. Potret penyaluran bansos dari Kemensos RI berlangsung di Hotel C1, Perumahan BSA, Desa Kolor, Kecamatan Kota. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) RI menyerahkan bantuan sosial (bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sabtu, 25 November 2023.

Acara tersebut berlangsung di Hotel C1, Perumahan Bumi Sumekar Asri (BSA), Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep. Hadir dalam penyaluran bansos itu puluhan perwakilan KPM.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

Perwakilan Kemensos RI dari Sentra Margolaras di Pati, Syam Fathurrachmanda mengungkapkan, bahwa penyaluran bansos itu merogoh anggaran Rp.120.036.576.424 miliar.

Rinciannya, bansos BPNT atau Progam Sembako mencapai anggaran Rp91.145.600.000 miliar. Program Keluarga Harapan Rp24.168.384.424 miliar.

Kemudian ATENSIYAPI Rp.576.000.000 juta, ATENSI AMPK Rp.15.000.000 juta, Permakanan disabilitas Rp.294.082.000 juta.

Lalu, Permakanan lanjut usia Rp.3.815.560.000 miliar dan ATENSI Alat Bantu Disabilitas dan Kewirausahaan Rp.21.950.000 juta.

Dalam penyaluran bansos itu Kemensos RI bekerjasama dengan Komisi VIII DPR RI dan Dinsos P3A Sumenep.

WAWANCARA. Perwakilan Kemensos RI dari Sentra Margolaras di Pati, Syam Fathurrachmanda, saat diwawancara medi. (M.Hendra.E/MaduraPost)
Baca Juga :  Oknum Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo Nurhadi Hanya Divonis 10 Bulan, JPU Ajukan Banding

“Kami bersama anggota Komisi VIII DPR RI menyerahkan bansos ini agar tepat sasaran, makanya ada pengawasan dari anggota dewan,” kata Syam saat diwawancara media usai acara, Sabtu (25/11) pagi.

Pihaknya mengatakan, bahwa program tersebut menjadi agenda tahunan Kemensos RI.

“Jadi memang dalam satu periode itu ada beberapa kali anggota dewan turun ke lapangan beserta kami untuk memastikan bansos tersebut tepat sasaran,” kata Syam menjelaskan.

Pihaknya menyebut, ada ribuan KPM yang mendapat bansos dengan anggaran miliaran tersebut khusus Kabupaten Sumenep.

Syam menerangkan, untuk Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Sumenep menjadi titik ketiga dalam penyaluran bansos akhir tahun tersebut.

“Sebelumnya sudah ada Bangkalan, Sampang, dan ini Sumenep. Terakhir di Pamekasan,” kata dia.

Untuk para penerima bansos itu, Syam mengatakan, bahwa yang hadir merupakan perwakilan saja.

Sementara dalam realisasi penyaluran bansos sendiri, Kemensos RI melakukan koordinasi dengan Dinsos P3A Sumenep.

Pihaknya berharap, kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dapat terjalin dengan baik.

Baca Juga :  Eksistensi Forum Jurnalis Arya Wiraraja di Era 4.0

Sebab, dalam menjalankan sejumlah program yang ada tidak bisa berjalan sendiri atau satu kaki saja.

“Pastinya 3 sektor ini harus tetap solid, Kemensos RI, DPR RI dan pihak Dinas Sosial yang ada di setiap daerah,” ujar Syam.

Di tempat yang sama, Kepala Dinsos P3A Sumenep, Achmad Dzulkarnaen memaparkan, bahwa penyaluran bansos ini merupakan tahun anggaran 2023.

Dzulkarnaen memastikan, bahwa penyaluran bansos itu sudah tepat sasaran. Menurutnya, penerima bansos itu sudah terdata di pusat.

ALAT. Potret salah satu alat bantuan kewirausahaan yang disalurkan Kemensos RI untuk warga Sumenep, diserahkan simbolis di Hotel C1. (M.Hendra.E/MaduraPost)

“Kalau yang hadir perwakilan saja, yang hadir pun warga daratan saja. Kalau untuk kepulauan tidak ada,” kata Dzulkarnaen.

Di lokasi, ada sejumlah alat yang disalurkan Kemensos RI pada kegiatan hari ini.

Dzulkarnaen mengatakan, alat bantuan untuk kewirausahaan itu diserahkan Kemensos RI secara simbolis saja.

“Itu bantuannya kita datangkan dari UPT Margolaras,” ucap Dzulkarnaen.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Publik, Kades Rekkerrek Berlakukan Absensi Pinjer Print

Dzulkarnaen mengatakan, semua bansos dari pemerintah pastinya akan berlanjut di tahun yang akan datang.

Dikonfirmasi terpisah, Tenaga Ahli DPR RI Komisi VIII, Abd. Rohim mengungkapkan, bahwa kegiatan itu menjadi pengawasan dari anggota Komisi VIII DPR RI.

“Jadi, kalau kita hanya mengawasi jalannya pemerintah memberikan Bansos kepada masyarakat. Kebetulan mitra kita adalah Kemensos RI yang disalurkan ke Dinas Sosial,” kata Rohim.

Pihaknya mengatakan, saat penyaluran bansos selalu melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

WAWANCARA. Tenaga Ahli DPR RI Komisi VIII, Abd. Rohim, saat diwawancara media usai acara penyaluran bansos Kemensos RI untuk warga Sumenep. (M.Hendra.E/MaduraPost)

“Yang paling penting begini, di Madura ada 4 kabupaten yang masih masuk kategori miskin. Bahkan di Sumenep nomor 3 tertinggi, ini kata Pak Kadis barusan,” ujar Rohim.

Pihaknya mengaku, sebagai wakil rakyat akan selalu mensupport program pemerintah agar dapat diperbanyak dalam penyaluran bansos bagi masyarakat.***

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.