SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Politik

Keluarga Ra Mamak Pecah, Kiai Hazmi Ungkap Alasannya

Avatar
×

Keluarga Ra Mamak Pecah, Kiai Hazmi Ungkap Alasannya

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Madurapost.id – Sebab gagal sepupunya maju di pemilihan bupati (Pilbub) Sumenep, Madura, Jawa Timur 9 Desember 2020 mendatang, kiai Hazmi mantapkan dukungan ke pasangan Acmad Fauzi-Dewi Khalifah nomor urut 01.

Kiai Hazmi yang tak lain adalah sepupu asli kiai Muhammd Salahuddin Warits (Ra Mamak) memilih untuk memenangkan pasangan dengan jargon Bismillah Melayani tersebut. Alasannya, sebab jalan terakhir Ra Mamak tidak bisa maju di Pilbup Sumenep, membuat dirinya memilih pasangan Ziva adalah keputusan terbaik.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Saya awalnya pendukung Ra Mamak, komitmen keluarga Ra Mamak. Ketika Ra Mamak sudah tertutup jalannya maka komitmen itu memang tidak bisa dipertahankan,” kata kiai Hazmi, pada awak media, Jumat (25/9).

Dia mengaku, kegagalan Ra Mamak maju di Pilbup Sumenep tentu akan membuat perpecahan keluarganya, utamanya dalam kalangan pesantren dan kiai.

Baca Juga :  Tidak Ada Saingan, Ketua DPD Golkar Bangkalan Terpilih Secara Aklamasi

“Mungkin sebagian besar akan golput. Tapi saya sebagai politisi meski kelas kampung, itu tidak boleh golput, punya syahwat politik yang harus disalurkan,” ujar pengurus dewan syuro DPC-PKB Sumenep ini.

Pihaknya memastikan, tidak akan mungkin memilih PKB untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) manapun.

“Saya tidak mungkin ke PKB seperti yang banyak diketahui teman-teman Jurnalis, maka pilihan saya jatuh pada pak Fauzi,” terangnya.

Kiai Hasmi juga membongkar kebukurukan oknum partai di depan awak media. Hingga akhirnya membuat keluarga besarnya pecah.

“Ada hal-hal terkait dengan perilkau pengurus partai yang pada institusi kami (Annuqayah, red.) berbuat yang tidak yang semestinya. Padahal kami harapkan untuk tidak dilakukan, tetapi permintaan kami ditolak,” jelas dia.

Sebelumnya, kiai Hazmi mengaku telah final menawarkan Ra Mamak mencalonkan diri sebagai calon Bupati Sumenep. Akan tetapi, kesepakatan itu kandas di tengah jalannya tahapan rekomendasi partai.

Baca Juga :  LSM FKRT : Selamat dan Sukses Atas Terpilihnya Slamet Ariyadi Sebagai Ketua DPD PAN Sampang

“Kami waktu itu menawarkan Ra Mamak yang jelas ke NU-annya, yang lebih dekat dengan pesantren, kepada PKB dan PPP. Kalau mereka tidak mau, kami minta tidak usah yang lain karena itu akan memecah di dalam,” ulasnya.

Bahkan, dirinya sempat mempersoalkan surat rekom yang tidak turun kepada Ra Mamak selaku ketua PPP, alias kader sendiri.

“Kami sampai ke pengurus DPC, DPP, DPW, sudah kami tembusi semua. Tetapi tidak ada respon, suara kami tidak di dengar. Kemudian kakaknya Ra Mamak yang diambil, jadi kami tersinggung,” paparnya.

Sebab dari ketersinggungan itulah, dirinya memantapkan untuk tidak sejalan dengan partai yang di anutnya hari ini. Melainkan menjadi oposisi partai dan memenangkan Paslon lain.

Baca Juga :  Diduga Salahi Aturan, APK Istri Bupati Sampang Hiasi Launching Wisata Wahana Balanan

“Ketika Ra Mamak, kami sudah gabung komitmen. Tapi ketika sudah tidak bisa, kami akhirnya jalan sendiri,” tutu dia.

Ditanya soal sikap partai politik yang telah mengacuhkan keluarganya, kiai Hazmi memaparkan apabila telah melukai keluaga besar pesantren Annuqayah.

“Yang jelas tidak seperti yang dilakukan Ra Mamak pada kami,” bebernya.

Dia menyatakan, akan mendukung pasangan Ziva semaksimal mungkin sesuai dengan kepercayaan diri dan doa para kiai.

“Sesuai dengan yang bisa kami lakukan, kami bertemu dengan alumni dan lainnya, setelah menentukan sikap,” tutur kiai Hazmi.

Disamping itu, pihaknya meyakini apabila politik di Pilbup setiap tahun tidak akan mendapatkan suara utuh dari pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk.

“Annuqayah tidak mungkin satu suara, memang sejak dulu. Tetapi perbedaan itu biasa,” timpalnya.

(Mp/al/rus) 

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.