Scroll untuk melanjutkan membaca
Pariwisata

Keindahan Pantai Camplong Dirusak Warung Milik Pedagang

Avatar
×

Keindahan Pantai Camplong Dirusak Warung Milik Pedagang

Sebarkan artikel ini
Area pantai Camplong yang sudah dipenuhi oleh bangunan bambu milik pedagang (Foto: MaduraPost)

SAMPANG, MaduraPost – Keindahan Pantai Camplong dengan hamparan pasir putihnya tidak lagi bisa dinikmati oleh wisatawan yang ingin berwisata.

Demikian disebabkan karena banyaknya pedagang yang justru membangun warung yang terbuat dari bambu di area bibir pantai.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

Akibatnya, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Camplong bukan lagi melihat hamparan pasir, melainkan warung bambu yang memadati bibir pantai camplong.

Baca Juga :  Pengembangan Desa Wisata, Owner Wisata Lon Malang Sampang Libatkan Semua Sektor

Hingga berita ini dimuat belum ada konfirmasi dari Disporabudpar Kabupaten Sampang.

Padahal, area untuk pedagang masih luas tanpa harus membangun warung warung di area bibir pantai.

Hal tersebut dikeluhkan Arifin, Salah satu pengunjung Pantai Camplong yang berasal dari Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan.

“Kalau seperti ini, bukan wisata Pantai Camplong, tapi mirip Pasar Camplong, karena pantainya sudah diisi orang jualan semua,” kata Arifin, Sabtu (25/02/23).

Baca Juga :  Desa Bira Tengah Sampang Raih Juara 2 Dalam Acara Anugerah Desa Wisata 2023 Kementerian Pariwisata

Bahkan, Arifin yang saat itu bersama rombongan tidak bisa bermain dan menikmati indahnya pantai, karena lokasi pantai sudah dipenuhi warung milik pedagang.

Arifin berharap agar Dinas Pariwisata Kabupaten Sampang bisa mengelola Pantai Camplong dan menertibkan pada pedagang yang berjualan di area bibir pantai Camplong.

Apabila hal tersebut dibiarkan, pengunjung akan kecewa, karena tujuan wisatawan ke Camplong untuk melihat pantai, bukan orang jualan.

Baca Juga :  Melalui Program DAK, Disdik Sampang Rehab 20 Sekolah Tingkat SMP

“Percuma kita bayar tiket masuk sampai Rp 15.000, karena untuk swafoto yang bagus saja sudah tidak bisa, yang kelihatan hanya warung bambu saja buka pantai,” jelas Arifin.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.