Kedatangan Putri Indonesia Jawa Timur, Karya Batik Rato WMS Disanjung Hingga Sampai ke Manca Negara

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Batik Rato Wirausaha Muda Sumenep (WMS), Madura, kedatangan model atau putri Indonesia Jawa Timur (Jatim), bersama Komunitas batik se-Jatim.

Dalam kunjungannya itu, batik Rato WMS memperlihatkan karya-karya anak muda pembatik, mulai dari batik tulis, dan jenis motif batik beragam lainnya.

Bahkan terlihat, para putri Indonesia ini juga sepintas belajar bagaimana cara membatik yang benar. Selain dibutuhkan ketelatenan dan keuletan, pembatik Rato WMS juga berhasil memicu ketertarikan para model tersebut untuk mencobanya.

Salah satunya, Ayu Harti Ningsih Ibrahim, Putri Indonesia Jawa Timur 2018. Perempuan cantik nan muda ini mengatakan, bahwa ketertarikannya terhadap batik Sumenep sangatlah luar biasa.

“Batik Sumenep itu memiliki ciri khas dibandingkan batik lainnya. Perbedaannya adalah kalau batik Sumenep memiliki keris. Misalnya dengan beragam motif, tapi pasti ada gambar kerisnya,” kata dia, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (21/11).

BACA JUGA :  PMII Geruduk Disdik Bangkalan Minta Pengelolaan Pendidikan Ditingkatkan

Apalagi, menurutnya, produksi batik WMS sangatlah begitu nyaman, dari pemilihan kain, motif, warna, hingga harga pun terjangkau bagi siapapun yang ingin meminangnya.

“Kalau batik di Rato WMS ini sangat nyaman, dan unik tentunya. Mereka memiliki banyak motif, yang baru adalah batik motif ‘Merghumbel’,” ucapnya dengan lugas.

Disamping itu, para pembatik atau pengarajin batik di Rato WMS tak luput dari perhatian putri Indonesia Jatim ini. Pasalnya, selain memproduksi hasil karya batik milenial, para pengrajin batik dinilai juga mengikuti perkembangan zaman.

“Jadi artinya motifnya tidak menonton saja. Banyak varian didalamnya, mengikuti perkembangan zaman dan anak muda tentunya,” jelasnya.

Sebab itu, dengan raut muka yang tak canggung, Ayu sapaan akrab Ayu Harti Ningsih Ibrahim itu akan ikut andil dalam mempromosikan karya batik anak muda Sumenep tersebut.

BACA JUGA :  Begini Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pelanggan 450 VA dan 900 VA Subsidi

Harapannya, agar batik Rato WMS bisa sukses dalam memperkerjakan anak muda untuk giat aktif dalam berkarya, dan mengangkat nama WMS itu sendiri.

“Harapannya, karena saya juga anak muda tentu akan men-share agar bisa diketahui oleh masyarakat luas kalau batik Sumenep tidak hanya dipandang sebelah mata, tapi juga memiliki ke khasan tersendiri,” paparnya.

Sementara itu, Imam Mustofa, Fashion Designer Jawa Timur yang sejak awal ikut andil dalam kunjungannya tersebut, mengaku kagum bahwa banyak anak muda Sumenep yang memperkenalkan budayanya dengan sebuah karya batik tulis.

“Karena saya sebagai warga kota Sumenep memandang bahwa ada sentra batik muda yang dikelola oleh anak muda dan berbakat, itu menjadi semangat bagi saya bahwa anak muda bisa memperkenalkan budaya mereka sendiri melalui batik,” kata dia.

BACA JUGA :  Nekat Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Corona Akan Dipenjara 1 Tahun

Disis lain, ketelatenan para pembatik dalam menciptakan karya, tidak terlalu sedikit sulit. Bahkan menurutnya hampir nihil ditemukan kesulitan.

“Untuk kesulitan sendiri tidak ada, karena saya rasa pembatik itu mempunyai khas sendiri-sendiri. Itu menjadi ciri khas saya bagaimana bisa menampilkan gaya dalam membatik,” urainya, sambil mencontohkan hasil karya batik tulis Rato WMS.

Tak lupa, pihaknya berharap agar batik Rato WMS terus bisa berkarya dan menghasilkan kebanggaan bagi Sumenep, dalam memperkenalkan budayanya kepada warga manca Negara.

“Saya berharap WMS tidak hanya start disitu saja, karena memang banyak program-program yang ingin saya gali lagi di WMS,” tukasnya. (Mp/al/kk)

  • Bagikan