SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlineHukum & Kriminal

Kasus Perzinahan di Desa Bindang Hingga Hamil Lima Bulan, Penegak Hukum Jangan Tutup Mata

Avatar
×

Kasus Perzinahan di Desa Bindang Hingga Hamil Lima Bulan, Penegak Hukum Jangan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, MaduraPost – Dugaan kasus Perzinahan hingga menyebabkan Bunga (Inisial) Hamil Lima bulan terus menjadi buah bibir masyarakat.

Kasus yang telah mencoreng nama baik Desa Bindang tersebut, Nampaknya bergulir seperti air tanpa ada penyelesaian, Baik secara mediasi atau proses hukum.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rosidi Selaku perangkat Desa di Desa Bindang mengatakan bahwa pihak Pemerintah Desa Bindang sudah beberapa kali mencoba untuk dilakukan mediasi.

Baca Juga :  Pemdes Manding Laok Sumenep Mengucapkan, Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2021

“Setelah si perempuan dan yang laki laki dipertemukan, Ternyata si laki laki tidak mengakui, Jadi tidak mau tanggung jawab, Sedangkan si perempuan sudah hamil lima bulan,” Kata Rosidi Beberpa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Khairul Kalam Selaku Pegiat LSM di Kabupaten Pamekasan Mengatakan, Bahwa kasus Perempuan Hamil di Desa Bindang perlu campur tangan penegak hukum.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Melalui BKKBN dan DP3AP2KB Pamekasan Melakukan Demo Aplikasi Elsimil di 13 Kecamatan

“Ketika mediasi melalui pemerintah desa tidak bisa, Maka penegak hukum harus turun tangan, Terutama Kapolsek Pasean,” Kata Khairul

Hal itu perlu dilakukan oleh Polsek Pasean mengingat kondisi Perempuan yang saat ini sudah hamil Lima bulan. Karena mustahil perempuan tersebut hamil tanpa melakukan hubungan haram.

“Karena perempuan yang ada di Desa Bindang bukan Siti Marya, yang hamil tanpa seorang suami dan tanpa melakukan hubungan intim” Imbuhnya.

Baca Juga :  Petani Bawang Asal Desa Ponjanan Barat, Tewas Ditangan Keponakannya Sendiri

Menurut Khairul, Perempuan yang saat ini sedang hamil, atau laki laki yang diduga pelaku bisa dijerat dengan pasal 284 KUHP Tentang Perzinahan.

“Karena tidak mungkin terjadi hubungan intim antara keduanya hingga perempuannya hamil, Jika tidak dilakukan suka sama suka,” Terangnya. (Mp/liq/lam)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.