Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Kasus Penembakan Herman, 4 Anggota Polres Sumenep Hanya Dipindahtugaskan

Avatar
×

Kasus Penembakan Herman, 4 Anggota Polres Sumenep Hanya Dipindahtugaskan

Sebarkan artikel ini
SIDANG. Empat anggota Polres Sumenep saat mengikuti sidang KKEP di Mapolda Jawa Timur. Jumat (20/5/2022) kemarin. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Polda Jawa Timur akhirnya menggelar sidang Kode Etik Profesi Polri kepada empat personel Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkait kasus penembakan Herman. Selasa, 31 Mei 2022.

Empat anggota polisi yang bertugas di wilayah Polres Summenep itu diantaranya Aiptu WW, Aipda AE, Aipda ES dan Bripka AS.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) itu berlangsung pada tanggal 20 Mei 2022 kemarin. Hasil putusannya, keempat terduga pelaku penembakan Herman terbukti melanggar Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Baca Juga :  Kepala Desa dan Perangkat Desa Bira Barat Mangkir Dari Panggilan Kejari Sampang

Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya mengungkapkan, kasus penembakan Herman yang dilakukan oleh anggotanya sendiri itu sudah menemukan titik terang.

Dia menegaskan, empat anggota Polres Sumenep tersebut saat ini sudah mendapatkan sanksi tegas sesuai aturan dan Undang-undang yang berlaku.

“Berdasarkan hasil keseluruhan penilaian maupun pertimbangan hukum terhadap fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan KKEP telah menjatuhkan putusan dan sanksi terhadap terduga pelanggar,” kata Kapolres Rahman.

Baca Juga :  Berkas Perkara Korupsi Gedung Dinkes Sumenep Tahun 2015 Dinyatakan P19

Dia menjelaskan, sidang Kode Etik Profesi tersebut diselenggarakan sebagai wujud tegas dalam merespon pengaduan masyarakat terhadap anggota Polri yang telah melanggar norma-norma atau aturan-aturan yang ada.

“Perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela, harus meminta maaf secara lisan dihadapan sidang KKEP atau secara tertulis kepada Pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan, rekomendasikan dipindahtugaskan ke wilayah berbeda yang bersifat demosi,” urainya.

Baca Juga :  Akibat Virus Corona, Pemohon Pembuatan Surat Izin Usaha di DPMPTSP Sampang Turun Drastis

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.