SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlineHukum & Kriminal

Kasus DD Desa Sokobanah Daya Diduga Penuh Rekayasa Penyidik Kejari Sampang

Avatar
×

Kasus DD Desa Sokobanah Daya Diduga Penuh Rekayasa Penyidik Kejari Sampang

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, MaduraPost – Satu tahun lebih kasus Dana Desa (DD) Desa Sokobanah Daya bergulir di Kejaksaan Negeri Sampang. Namun sampai saat ini belum ada kepastian hukum.

Khairul Kalam dari LSM JCW Jawa Timur sebagai pengawal Laporan tersebut mengatakan bahwa diduga banyak rekayasa dalam proses hukum yang dilakukan tim penyidik.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hal itu disampaikan Kalam menyikapi Hasil Audit Tim Ahli dari ITS Surabaya yang hampir dua bulan belum ada hasilnya.

Baca Juga :  Pilkada 2020, Catat Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep

“Pada tanggal 2 Februari 2020, Tim ahli dari ITS melakukan Audit, Kasi Pidsus mengatakan hasil audit paling lama satu bulan, Ternyata sampai dua bulan belum ada hasilnya,” Kata Kalam. Jumat (03/04/2020)

Selain itu Kalam juga melihat dalam audit yang dilakukan Tim Ahli dari ITS hanya fokus menghitung Volume, Sedangkan kualitas tidak diambil sampel.

Baca Juga :  Sekolah Banyak Ajukan Perbaikan Bangunan, Disdik Sumenep Fokuskan ke Hal Ini

“Penyidik sebelumnya sudah menemukan pekerjaan DD tersebut terjadi tumpang tindih dan ada kekurangan volume, Tapi kenapa Ahli dari ITS juga menghitung Volume, Bukan kualitas pekerjaan, Ini kan aneh,” Lanjut Kalam.

Selanjutnya Kalam mengharap agar kasus DD Desa Sokobanah Daya tidak menjadi terbengkalai dengan adanya wabah virus Corona.

“Semoga adanya virus corona tidak menjadi alasan penyidik menunda proses hukum terhadap pemerintah Desa Sokobanah Daya,” Tutup Kalam.

Baca Juga :  Diduga Jadi Korban Pembacokan, Satu Orang Meninggal di Sokobanah Sampang

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sampang saat dihubungi via pesan WA dan dihubungi ke Nomer telpon selulernya tidak ada respon, Jumat (03/04/2020). (Mp/man/lam)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.