Scroll untuk baca artikel
Sosial

Kapolres Pamekasan Bantu Warga Miskin dan PKL, Kemana Bupati Baddrut Tamam ?

Avatar
25
×

Kapolres Pamekasan Bantu Warga Miskin dan PKL, Kemana Bupati Baddrut Tamam ?

Sebarkan artikel ini
Anggota Polres Pamekasan saat menyerahkan bantuan beras untuk para PKL Arek Lancor

PAMEKASAN, MaduraPost – Ditengah berlakunya masa PPKM darurat, Masyarakat kabupaten Pamekasan menjerit akibat minimnya bantuan dari pemerintah kabupaten Pamekasan.

Namun kesulitan tersebut langsung disambut Kapolres Pamekasan dengan mendistribusikan beras bantuan untuk masyarakat miskin dan PKL yang terdampak PPKM darurat Covid-19.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Melalui IPDA Nur Fajri Alim, Bantuan dari Kapolres Pamekasan yang berupa beras dibagikan untuk para PKL yang biasa berjualan di area arek Lancor

Baca Juga :  Pernah Juara Level Nasional, ‘Bawang Merah dan Melon’ Jadi Usulan Tematik Desa Blaban

“Bantuan sembako ini bentuk empati dan kepedulian Kapolres pamekasan di tengah himpitan ekonomi akibat virus Corona,” Kata Nur Fajri bersama Darmaji kepada wartawan. Sabtu (24/07/2021).

Bantuan Kapolres Pamekasan tersebut disambut baik oleh semua kalangan, karena sesuai dengan yang menjadi harapan masyarakat. Justru yang menjadi pertanyaan adalah bantuan dari pemerintah Kabupaten Pamekasan yang tidak kunjung cair.

Baca Juga :  Caleg Jatim, Moh Ali Mansur; Saya Siap Menjadi Penyambung Lidah Rakyat

Seperti yang disampaikan Abd Rahem dari LSM JCW Jawa Timur. Karena menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pamekasan harus menjadi garda terdepan untuk membantu masyarakat miskin dan PKL yang terdampak penerapan PPKM Darurat.

“Seharusnya bantuan sosial dari Pemkab Pamekasan lebih dulu dirasakan masyarakat sebelum bantuan dari Polres, Karena yang punya anggaran itu Pemkab bukan Polres,” Kata Rahem.

Baca Juga :  Jelang Hari Raya Idul Adha, DKPP Pamekasan Melakukan Kegiatan Inspeksi Mendadak

“Kemana Bupati Pamekasan, Seharusnya dia yang pertama hadir membantu masyarakat Pamekasan, Bukan cuma bisa beretorika dan pencitraan di media,” Imbuh Rahem.