SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Peristiwa

Kades Sokobanah Daya Tutup Jalan Poros Desa, Warga Ancam Lapor Polisi

Avatar
×

Kades Sokobanah Daya Tutup Jalan Poros Desa, Warga Ancam Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, Madurapost.id – Pemerintah Desa Sokobanah Daya Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang melakukan Blokade Jalan Poros Desa tanpa ada tujuan yang jelas.

Jalan poros desa yang di blokade berada di Dusun Pongkerrep, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah,  Kabupaten Sampang.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Blokade jalan dilakukan setelah pemerintah Desa Sokobanah Daya melakukan perbaikan jalan, Sehingga kendaraan Roda empat maupun roda dua tidak bisa lewat jalur tersebut.

Suyanto salah satu warga setempat membenarkan adanya blokade jalan poros yang dilakukan oleh pemerintah desa Sokobanah Daya.

Baca Juga :  Muda-Mudi Lakukan Perbuatan Tidak Senonoh, Satpol PP Sumenep : Saya Tidak Tahu, Tapi Kalau yang Berciuman Tahu

“Masyarakat tidak tahu kenapa jalan itu ditutup oleh kepala desa, Karena sebelumnya memang tidak ada pemberitahuan atau rembuk dengan warga,” Kata Yanto, Kamis (23/07/2020)

Atas persoalan tersebut, Yanto sebagai warga setempat meminta pemerintah kecamatan Sokobanah dan Bapak Bupati Sampang bisa menyelesaikan persolan dimaksud.

Sementara itu, Sukandar Ikatan Mahasiswa Pemuda Sokobanah (IMPS) Menyangkan penutupan jalan poros desa Sokobanah Daya yang mengakibatkan terputusnya roda perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Kenalan Lewat Sosmed, Anak Gadis di Bangkalan Jadi Korban Pemerkosaan hingga Hamil

Untuk itu Sukandar meminta kepada Pemerintah Desa Sokobanah Daya untuk segera membuka blokade jalan tersebut, Karena tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat dan pelaku bisa diancam pidana.

“Jalan itu milik masyarakat, bukan jalan pribadi jadi tidak boleh se enaknya Pemerintah Desa menutup jalan tersebut,” Kata Sukanda.

Menurut Sukandar, Pelaku blokade jalan bisa dilaporkan tindak pidana sebagaimana Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2012 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Selain itu, Lanjut Sukandar pelaku blokade jalan bisa diancam dengan Pasal Pidana atau perdata sebagaimana disebutkan dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Baca Juga :  12 Rumah Warga di Sumenep Disapu Angin Puting Beliung, 1 Anak Alami Luka

“Kami menunggu Pemerintah Desa Sokobanah Daya segera membuka blokade jalan tersebut, Karena Jalan itu dibangun bukan dari hasil warisan, tapi dari pajak yang dibayar rakyat,” Tutup Kandar.

Sampai berita ini dipublis, belum ada keterangan dari pemerintah desa Sokobanah Daya atau dari Camat Sokobanah terkait penutupan jalan tersebut. (Mp/man/kk)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.