Kades Panaan Muhammad Ali, Tangkal Covid-19 Dengan Merdunya Alunan Burdah

  • Bagikan

PAMEKASAN, MaduraPost – Demi menangkal penyebaran Virus Covid 19, Kepala Desa Panaan Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan Madura, mengajak Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat membaca qosidah burdah.

Merdunya alunan burdah menggema penuh tafakkur di Balai Desa Panaan. Dengan harapan bisa terbebas dari wabah virus Covid 19 yang ramai diperbincangkan.

Sebelumnya, Kegiatan pembacaan alunan merdu qosidah burdah ini sudah di musyawarahkan dan disepakati bersama perangkat desa, akan digelar setiap hari pada pukul 16:30. WIB. Sampai wabah virus Covid 19 benar-benar hilang dari permukaan.

BACA JUGA :  Lampu Padam Tanpa Ada Pemberitahuan, Warga Batuputih Meradang

Sekretaris Desa (Sekdes) Panaan, Bapak Faisol, S.Pd, menjelaskan, digelarnya pembacaan burdah karena tafa’ul kepada pengarang qosidah burdah Imam Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri.

Menurut Faisol, pada saat Imam Al-Bushiri lumpuh total atau sakit parah tidak bisa melanjutkan tulisan qosidah burdah yang di karangnya. Dalam kondisi seperti itu, Nabi Muhammad datang dan memerintahkan untuk melanjutkan karangan qosidah burdah yang sempat macet. Seketika itu juga, Imam Al-Bushiri sembuh total dari penyakitnya.

BACA JUGA :  Bupati Sumenep Resmikan Puskesmas Pembantu Baru di Pagerungan Besar

“Dengan pembacaan qosidah ini, diharapkan Rakyat Indonesia pada umumnya, dan Warga Desa Panaan pada khususnya agar bisa selamat dari segala macam penyakit termasuk wabah virus Covid-19 ini,”Ungkap Sekdes Panaan.

Faisol imbau kepada warga Desa Panaan, agar menggalakkan pembacaan qosidah burdah dirumah bersama keluarga.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Panaan, jika tidak bisa gabung di Balai Desa, lakukan setiap malam membaca qosidah burdah dirumah masing-masing,”Imbau Faisol.

BACA JUGA :  LSM Gempur Sikapi Realisasi Proyek Pengaspalan di Desa Palengaan Daya Yang Sudah Rusak

Sementara itu, Kades Panaan Muhammad Ali meminta kepada warga setempat menyikapi wabah virus Covid 19 agar tidak panik dan tidak mengabaikan.

“Tolong masyarakat jangan panik, perbanyak beribadah kepada Allah,”ucapnya.

Menurutnya, virus seperti ini sudah ada mulai dulu. Namun, virus ini lebih cepat menular sehingga dinamakan Covid 19.

“Kalau dulu wabah seperti ini nama maduranya penyakit ta’on. Maka dari itu, Saya imbau perbanyak baca Al-qur’an dan baca burdah,”Pungkas Muhammad Ali. (mp/rai/rus)

  • Bagikan