SURABAYA, MaduraPost — Menjelang Kongres Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BM PAN Jawa Timur mulai mendorong munculnya sejumlah nama kader potensial sebagai kandidat ketua.
Ketua DPW BM PAN Jawa Timur, Roki Wardoyo, mengatakan dinamika menuju kongres sengaja dibangun lebih awal agar proses regenerasi kepemimpinan berjalan sehat dan semarak dengan gagasan anak muda.
“Kongres memang masih beberapa bulan lagi, tetapi kami ingin suasananya hidup sejak sekarang. Jawa Timur punya banyak kader muda yang layak dan siap bertarung di level nasional,” ujar Roki, Selasa (13/1/2026).
Meski demikian, Roki menegaskan pihaknya tetap memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ketua Umum BM PAN saat ini, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu. Menurutnya, figur Pasha berhasil membawa BM PAN lebih dikenal dan diperhitungkan di kancah politik nasional.
“Kepopuleran Mas Pasha sebagai public figure berdampak besar. BM PAN menjadi lebih disegani, dan itu dibuktikan dengan kiprahnya sebagai Wakil Wali Kota Palu hingga kini menjadi anggota DPR RI,” kata Roki.
Roki kemudian menyebut sejumlah kader muda PAN asal Jawa Timur yang dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak kuat untuk memimpin BM PAN ke depan. Salah satunya adalah Slamet Ariyadi, anggota Komisi I DPR RI yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DPP BM PAN.
“Mas Slamet merupakan kader muda dengan pengalaman politik yang matang. Dua periode di DPR RI dan berduet langsung dengan Mas Pasha di BM PAN menunjukkan kapasitas kepemimpinannya,” ungkapnya.
Selain Slamet Ariyadi, Roki juga menyebut nama Tom Liwafa, pengusaha muda sekaligus influencer nasional, serta Abdul Hakim Bafagih, kader PAN yang dikenal kritis dan vokal dalam menyuarakan gagasan di parlemen.
“Mas Tom dan Mas Hakim adalah representasi kader muda PAN Jawa Timur yang berhasil menembus panggung nasional. Mereka memiliki karakter, gagasan, dan keberanian yang dibutuhkan untuk memimpin BM PAN,” ujarnya.
Roki menegaskan, seluruh nama yang disebutkan masih sebatas wacana awal. Keputusan akhir, kata dia, tetap berada di tangan forum kongres sesuai mekanisme organisasi.
“Yang terpenting, kami ingin BM PAN terus menjadi ruang lahirnya pemimpin muda yang progresif dan relevan dengan tantangan zaman,” pungkasnya.***






