SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Pemerintahan

Janji Bupati Pamekasan Untuk Memperjuangkan Petani Tembakau Seperti Bunyi Kenalpot

Avatar
×

Janji Bupati Pamekasan Untuk Memperjuangkan Petani Tembakau Seperti Bunyi Kenalpot

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, Madurapost.id – Tidak adanya ketegasan dan penegakan PERDA serta belum adanya kejelasan Breek Epen Point (BEP) dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan terkait harga tembakau yang sampai musim panen saat ini tetap tidak berpihak kepada para petani, membuat sejumlah kalangan kecewa.

Informasi yang dihimpun Media ini, harga tembakau di setiap daerah di Kabupaten Pamekasan saat ini rata-rata sekisaran Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu. Padahal harga tersebut dalam hitungan para petani tembakau sangat diluar harapan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Menurut Ketua Komunitas Monitoring dan Advokasi (KOMAD) Zaini Wer Wer, harga tembakau itu akan berpihak kepada petani apa bila ada ketegasan Pemkab untuk menegakkan PERDA serta Breek Epen Point (BEP) sebagai aturan yang mengikat.

“Nah ini juga butuh ketegasan dan keseriusan Bupati Pamekasan (Baddrut Tamam) untuk memberikan bukti nyata dan kongkrit terkait pembelaannya kepada Petani, sehingga masyarakat tidak selalu dikalahkan dalam memasarkan tembakaunya kepada pembeli, yang dalam hal ini adalah pihak gudang,” ucapnya, Kamis (27/08/2020).

Akan tetapi lanjut Zaini Wer Wer, kecerdasan dan pengaruh Bupati Baddrut Tamam terasa ciut dan seolah-olah tidak berkutik di hadapan pihak pabrikan, mestinya Pemkab dalam hal ini Bupati lahir di tengah tengah masyrakat untuk memberikan pembelaan yang nyata kepada masyrakat.

Baca Juga :  Pemohon Penerima Program RTLH 2024 di Pamekasan Tembus 10 Ribu

“Leletnya penyelesaian revisi Perda tentang tataniaga tembakau ini dari tahun 2019 sampai sekarang belum selesai, dan itu menunjukkan bahwa Pemkab dan Bupati tidak serius, sehingga persoalan tembakau menjadi kasus yang tak pernah kunjung usai, maka dengan ini kami katakan kecerdasan dan kepintaran Bupati tanpa di barengi dengan ketegasan dalam pembelaannya kepada petani sama halnya dengan isapan jempol belaka,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan, BEP itu tanpa di barengi dengan regulasi atau aturan yang mengikat itu sama halnya dengan macan ompong.

“Janji Bupati untuk beriktikad bersama Wabub dan Pemerintah Daerah untuk memperjuangkan nasib para Petani tembakau itu sama halnya bunyi kanalpot yang hanya nyaring bunyinya, kalau masih harga tembakau ini tidak berpihak kepada petani, dan kalau persoalan kualitas karena kondisi cuaca alam, itu hanyalah alasan pembenaran saja, terbukti cuaca bagus selama dua tahun kemarin, Petani paggun mesmes,” katanya.

Wer Wer (sapaan akrabnya) berharap agar Petani betul-betul bisa menjaga kualitas dan kuantitas tembakaunya dengan baik.

Baca Juga :  Selesai Libur Idul Fitri, Sekda Sumenep Sidak ASN di Hari Pertama Masuk Kerja

“Harapan saya, Petani betul-betul bisa menjaga kualitas dan kuantitas tembakaunya dengan baik, agar pihak pabrikan juga tidak dirugikan, sehingga harapan kita semua dapat terwujud dalam menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan,” harapnya.

Salah seorang Petani Tembakau areal Pantura mengatakan, kalau dirinya sangat kecewa terhadap janji Pemerintahan Kabupaten Pamekasan yang sampai musim Panen kali ini harga tembakau masih jauh dari harapan.

“Jelas saya dan tentunya para petani Tembakau lainnya kembali kecewa terhadap janji Pemerintah Kabupaten Pamekasan, yang mana hal itu Bupati Baddrut Tamam, karena sampai hari ini harga tembakau hanya dibeli sekisaran 15 ribu sampai 20 ribu paling tinggi 30 ribu, dan yang jelas dengan harga tembakau yang hanya sebegitu, para petani sangat rugi,” kesalnya.

Kemudian ia mengatakan, kalau janji-janji Bupati Pamekasan itu hanya omong kosong saja dan sudah jelas kalau Bupati Pamekasan sudah tidak peduli nasib rakyatnya.

“Janji Bupati untuk mensejahterakan rakyat itu hanya omong kosong saja, dan jelas kalau Bupati itu sudah tidak peduli lagi nasib rakyatnya, apa bila harga tembakau tetap seperti ini jangan harap Bupati Baddrut Tamam menjadi Bupati lagi, karena buat apa memilih Bupati yang tidak memikirkan nasib rakyatnya,” ujar Petani yang tidak mau namanya di publikasikan.

Baca Juga :  Video Kekecewaan Masyarakat Desa Sana Tenga Pamekasan Pada Kadesanya Menjadi Viral

Melalui hubungan telpon, komisi II DPRD Pamekasan Ismil A Rahim S.ag mengatakan, terkait tembakau, Pabrikan dan Pabrikan besar ada yang memulai pembelian pada tanggal 28/08 dan ada yang mau memulai pembeliannya pada tanggal 04/09.

“Hanya sementara ini harga di bawah, informasi yang nyampek ke komisi II memang harga yang kurang mengembirakan bagi para petani, masih jauh di bawah BEP dan ini kita harus terus pantau, modah-modahan harga itu seperti harapan kita bersama,” jelasnya.

Disoal terkait langkah-langkah dari DPRD Pamekasan terkait persoalan tersebut, ia menyampaikan, bahwasanya rapat di Pendopo itu kemaren hanya menyampaikan serapan saja.

“Jadi begini, rapat di Pendopo kemaren hanya menyampaikan serapan saja, tidak menyampaikan masalah harga-harga itu, makanya saya agak kecewa berat itu, mestinya mau dibeli harga tertinggi berapa tembakau itu, nah ini kemaren itu belum,” tuturnya. (Mp/nir/uki/kk)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.