Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Isu Terjadinya Pembunuhan di Desa Juruan Laok Batu Putih, Kasubag Humas Polres Sumenep Pastikan Itu Hoax

Avatar
×

Isu Terjadinya Pembunuhan di Desa Juruan Laok Batu Putih, Kasubag Humas Polres Sumenep Pastikan Itu Hoax

Sebarkan artikel ini
Foto : pembunuhan hingga kepala putus yang viral di sosmed

BERITAMA.ID, SUMENEP – Kabar pembunuhan di Kabupaten Sumenep viral di sosial media (Sosmed) Kabar itu menyebut pembunuhan terjadi di Desa Juruan Laok.

Kabar itu dilengkapi dua buah foto. Pertama foto mayat tanpa kepala. Kedua foto kepala si mayat yang terpisah dari badan.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca
Baca Juga :  Enam Bulan Lalu Kasus Pembunuhan di Banyuates Belum Terungkap, Kini Kembali Terjadi Diwilayah Hukum yang Sama

Setelah isu tersebut santer di Sosmed,Salah seorang Awak Media di Sumenep telah mengecek informasi itu Polres Sumenep. Kepala Bagian Humas AKP Widiarti memastikan kabar pembunuhan itu hoax alias kabar bohong.

Setelah dikirimi foto korban pembunuhan, Widiarti memastikan pembunuhan itu terjadi di Sumatera bukan di Sumenep. “Itu di Sumatera, Hoax,” kata dia lewat pesan singkat,Selasa (13/11/2019)

Baca Juga :  Disperindak Targetkan Produksi Padi di Kabupaten Sampang Meningkat

Kenapa Desa Juruan Laok? Kemungkinan Si penyebar kabar hoax pembunuhan, ingin membuat kian panas suasana desa yang terletak di Kecamatan Batu Putih itu.

Ketika Sumenep menggelar Pilkades serentak beberapa hari lalu, Juruan Laok menjadi satu-satunya desa yang pilkadesnya ditunda karena rusuh.

Sekelompok orang tiba-tiba menyerang arena pemungutan suara, merusak kotak, bilik dan surat suara juga merobohkan tenda.

Baca Juga :  Viral Mahasiswa Indonesia Asal Pamekasan Ingin Sukseskan Pemilu 2024 di Mesir

Para penyerang diidentifikasi sebagai pendukung bakal calon kades yang tak lolos persyaratan. Polisi pun telah menangkap tiga pelaku perusakan tersebut.(Red-Fatholla)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.