SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlineKesehatan

Imam Masjid Positif Covid-19, Warga Sekarbungoh Minta Tes Massal

Avatar
×

Imam Masjid Positif Covid-19, Warga Sekarbungoh Minta Tes Massal

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, MaduraPost – Ditetapkannya salah satu warga Dusun Sekarbungoh Desa Sukolilo Barat Kecamatan Labang, Bangkalan sebagai pasien Covid-19 ke 25 membuat masyarakat sekitar risau. Pasalnya, pasien yang sehari-hari menjadi imam masjid tersebut sering melakukan kontak langsung dengan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Moh Ismail, Ketua umum Garuda Emas Labang. Ia mengatakan, AA pasien ke 25 tersebut sangat aktif melakukan kegiatan di masjid. Bahkan, AA dan keluarganya sering memberi takjil dan makanan pada jemaah masjid.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Desa Cenlecen Tampil Gemilang di Acara Karnaval HUT RI ke 78 Kecamatan Pakong

“Pasien Covid-19 adalah pemilik masjid yang setiap hari aktif di masjid, baik menjadi imam ataupun penyedia makanan dari pihak keluarga yang terkena covid-19 tersebut. Kondisi masjid tiap hari penuh,” ucapnya, Jumat (22/5/2020).

Namun ia menyayangkan langkah petugas medis yang menangani hal tersebut. Sebab, hingga kini masjid hanya ditutup namun tak ada satupun warga yang dilakukan pemeriksaan, baik sekedar rapid ataupun pendataan.

Baca Juga :  DPRD Bangkalan Pertanyakan Anggaran Rp 11,8 M Untuk Covid-19 di Dinkes

“Langkah yang dilakukan petugas hanya menutup. Tapi kami yang berkontak langsung tidak didata maupun di tes rapid. Kami berharap ada tes massal karena kami kawatir jika itu akan menular,” ungkapnya.

Kini, ia dan masyarakat setempat masih kawatir tertular virus asal cina tersebut. Masyarakat berharap pihak medis terutama puskesmas turun tangan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Dua Sejoli Digrebek Warga, Oknum Pria Bekerja di Salah Satu BUMD Sumenep

Menanggapi hal itu, Camat Labang Fathur Rosi melalui gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Bangkalan Agus Zain menyampaikan,

Hari kamis kemarin sore kyai As ada beserta seluruh keluarga (anak, istri, ART) isolasi mandiri di apartment Puncak Dharmahusada surabaya.

“Dilanjutkan dari gugus tugas kecamatan Labang menghentikan segala aktifitas ibadah di masjid yang bersangkutan, hari ini dilakukan tracing dan rapid tes tapi hasil masih menunggu,” tutupnya. (Mp/sur/kk)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp Madura Post sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.