Harga Garam Rp 250 Perkilo, Bupati Pamekasan Akan Bela Petani Garam

Avatar
Para petani garam saat memanin garam di Kabupaten Pamekasan

PAMEKASAN, (Madurapost.co.id) – Anjloknya harga garam di kalangan petani khususnya Kabupaten Pamekasan sangatlah menggugah hati Bupati Pamekasan.

Sementara, harga garam yang beredar dalam minggu ini sangatlah bervariasi, ada yang dibeli sekitar Rp. 250-300 dan ada juga yang dibeli Rp. 400-450 per kilonya.

Baddrut Tamam, bersama dengan empat Bupati di Madura, sudah berkirim surat kepada Kementerian Perdagangan terkait penentuan harga garam di Madura khususnya di Pamekasan, yakni jenis garam KW1, KW2 dan KW3.

BACA JUGA :  Diduga Terjadi Maladministrasi Realisasi Program DD Tahun 2019 di Desa Pasongsongan

“Kita berharap, yang KW1 itu nanti yang dibeli seharga Rp. 1200 per kilonya. Nah baru yang KW2 bisa dibeli Rp. 900 kira-kira begitu hitungannya,”ucap Baddrut Tamam, Selasa (30/7/19).

Jika surat pengajuan yang dikirim tidak ada tanggapan dari Menteri Perdagangan, maka Baddrut Tamam akan berangkat ke Jakarta untuk menanyakan standart minimal harga garam di Madura khususnya di kota gerbang salam ini.

BACA JUGA :  Buntut Kasus ADK, Komisi I DPRD Sampang Janji Panggil Camat dan Lurah

“Kita akan segera mendapat standart minimal harga garam, Kalau misal tidak ada keputusan tentang standart harga minimal garam ini, saya harus ke Jakarta menghadap Menteri Perdagangan,”katanya.

Baddrut mengakui, bahwa saat ini dirinya jadi orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan karena dipilih oleh rakyat, maka dari itu, tidak boleh tidak kata Baddrut, harus merangkul, mengayomi, melindungi dan membela apapun yang dibutuhkan rakyatnya.

BACA JUGA :  Adakan Jumpa Crew Bulanan, Pemred : Kita Siap Luncurkan Madura Post TV

“Rakyat ini harus dibela. Saya jadi Bupati dipilih rakyat, fungsi saya juga untuk membela rakyat,”pungkasnya. (mp/rai/rus)