Harapan Seorang Tukang Jahit Kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan

Avatar
Abdul saat melatih anak didiknya. (Foto: Munir/Istimewa)
 

PAMEKASAN, Madurapost.co.idDinas Sosial Kabupaten Pamekasan dirasa telah tutup mata terhadap salah seorang tukang jahit bernama Abdul Hannan (56) asal Dusun Ba’asam, Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya Abdul panggilan akrabnya, sudah setahun lalu mengajukan Proposal ke Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan untuk mendapatkan bantuan mesin jahit, tapi sampek sekarang belum ada kejelasan.

BACA JUGA :  Sempat Melawan Petugas, Maling Sapi di Ketapang Sampang Dihadiahi Timah Panas

“Saya sebetulnya sangat kecewa terhadap Pemerintah, karena sampai saat ini bantuan yang saya harapkan bahkan melalui proposal yang sudah sekitar setahun yang lalu saya ajukan sampai sekarang belum ada tanda-tanda yang positif,” keluhnya. Selasa, (14/5/19).

Bantuan yang diharapkan oleh seorang bapak dua anak tersebut bukan semata – mata untuk dirinya pribadi, tetapi untuk para remaja yang putus sekolah karena ekonomi pas – pasan yang saat ini remaja – remaja tersebut diberikan kursus atau pelatihan di rumahnya.

BACA JUGA :  Kecewa Tingkat Tinggi, Masyarakat Bangun Jalan Desa dengan Swadaya

“Cuma yang namanya orang minta, ya mau gak mau saya sabar, siapa tahu mesin jahit yang saya minta kepada Pemerintah itu masih mau dikasih, karena saya tentunya masih sangat berharap pada bantuan tersebut,” harapnya.

Menurut salah seorang anak didik mengatakan bahwa dirinya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan agar diberikan bantuan mesin jahit tersebut.

BACA JUGA :  Pemprov Jatim Bentuk Program Klinik BUM DESA

“Saya dan teman-teman disini sangat berharap pada bantuan tersebut, karena mesin jahit yang kami gunakan buat belajar sudah sering rusak,” kata Siti Maisyaroh, yang ikut kursus di rumahnya Abdul.

“Karena hanya dengan belajar menjahit d P. Dul ini saya akan memperoleh keterampilan dan dapat menjadi bekal dikehidupan saya nantinya, sebab saya dari keluarga meskin,” pungakasnya. (mp/nir/zul)