SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlineHukum & Kriminal

Halangi Peliputan, Wartawan dan Petugas PT. Tanjung Odi Bentrok di Sumenep

Avatar
×

Halangi Peliputan, Wartawan dan Petugas PT. Tanjung Odi Bentrok di Sumenep

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost.id – Puluhan wartawan lokal dan nasional di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bentrok dengan petugas PT. Tanjung Odi, di jalan Trunojoyo, Batuan, pada Selasa (23/6) sekitar pukul 14.00 WIB.

Penyebab dari bentroknya para kuli tinta ini disebabkan saat satpam PT. Tanjung Odi menghalang-halangi peliputan kinerja jurnalis.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bahkan, seakan tidak diberikan akses masuk untuk mendapatkan informasi. Para wartawan tersebut akhirnya memaksak masuk perusahaan rokok Sumenep ini. Sebab itu, bentrok pun tak dapat terhindarkan.

“Ini katanya karena kami tidak membawa surat kesehatan, dan harus mengikuti protokol kesehatan. Padahal para pejabat langsing masuk tanpa diminta keterangan,” ungkap wartawan senior Kholik Apo, jurnalis bongkar86.com.

Baca Juga :  Agenda Gowes Semeru Kapolda Jatim, Wisata Lon Malang Sampang Tutup Satu Hari

Tak hanya itu, jurnalis lain seperti Hartono, wartawan Portalmadura.com, juga pun demikian, mempertanyakan para kaum jurnalis tidak diperbolehkan masuk ke perusahaan tersebut.

“Lah, alasannya kok tidak logis. Kami tidak diberkenankan masuk tanpa ada penjelasan dari perusahaan, ada apa ini,” tanya dia.

Disisi lain, petugas PT. Tanjung Odi Sumenep, tetap tidak membolehkan para awak media memasuki perusahaannya tersebut.

“Ini kami sesuai protokol kesehatan,” kata petugas PT. Tanjung Odi yang enggan disebutkan namanya ini.

Baca Juga :  Para Pejuang Veteran di Sumenep Dapat Pengharapan di HUT RI ke-75

Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, tertulis aturan tentang pers, termasuk ketentuan umum, asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranan pers.

Diatur pula tentang peran serta masyarakat dan ketentuan pidana, seperti halnya UU Pers Pasal 18 Ayat (1), yang tertulis “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Baca Juga :  Jalan Menuju Jantung Kota Sumenep akan Ditutup Total pada Malam Tahun Baru 2022

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melakukan agenda pertemuan dengan PT. Tanjung Odi untuk melakukan penutupan perusahaan. Sebab, hingga kini pasien covid-19 yang bertambah di dominasi pegawai perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Hamid Ali Munir, merekomendasikan PT. Tanjung Odi segera melakukan penutupan.

“Saya rekomendasikan PT. Tanjung Odi untuk segera ditutup, agar penyeberan covid-19 tidak tambah menyebar. Pemkab harus mengambil langkah tegas,” tegasnya. (Mp/al/rus)¬†

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.