H. A. Sukaryadi Kembali Nahkodai Desa Bunten Barat, Ketapang

  • Bagikan
Kades Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, H. A. Sukaryadi, AS bersama istri usai acara pelantikan dan pengucapan sumpah/janji di Pendopo Trunojoyo, Sampang
Kades Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, H. A. Sukaryadi, AS bersama istri usai acara pelantikan dan pengucapan sumpah/janji di Pendopo Trunojoyo, Sampang

 

SAMPANG, MaduraPost – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Sampang telah usai beberapa waktu lalu. H. A. Sukaryadi, AS kembali dipercaya memimpin Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang hingga 2026.

Sukaryadi resmi menjabat sebagai Kepala desa (Kades) Bunten Barat kedua kalinya setelah dilantik dan diambil sumpah/janji oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama 37 Kades lainnya, di Pendopo Trunojoyo, Kamis (23/1/2020).

BACA JUGA :  Setelah Meraih Penghargaan WBK, Kajari Bangkalan Optimis Raih WBBM

Sukaryadi mengucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat, simpatisan, pendukung, dan seluruh masyarakat Desa Bunten Barat. Juga kepada aparat keamanan, baik sipil, TNI, Polri atas kerja keras dan kekompakan dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkades 2019 lalu.

“Pilkades serentak telah usai, Sesuai dengan himbauan bapak Bupati saya akan merangkul semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun dan memajukan desa,” ucapnya.

BACA JUGA :  Dampak Pandemi Covid-19, Pendapatan Pelaku Bisnis Telur Ayam di Sampang Turun Drastis

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tokoh blater, ulama, kiai, tokoh pemuda, dan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya. Dia berharap ke depan Desa Bunten Barat terus kondisif, semakin maju, makmur, dan sejarahtera menuju Sampang Hebat Bermartabat.

“Kami berharap doa dukungan dari semua elemen masyarakat. Khususnya dari kalangan pemuda, tanpa adanya dukungan warga tentu kami tidak bisa apa-apa,” katanya.

BACA JUGA :  ASN Lakukan Pungli Pasar, Kepala Disperindag Sumenep Akui Lemahnya Pengawasan

Dalam dua periode kepemimpinanya, Sukaryadi berkomitmen mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) melalui pengelolaan usaha-usaha yang ada di desa.

“Kami ingin desa kami memiliki produk unggulan yang merupakan hasil industri rumahan yang dijalankan warga. Baik berupa makanan dan minuman, kerajinan tangan, dan semacamnya,” pungkasnya. (mp/zen/rul)

  • Bagikan