Scroll untuk baca artikel
DaerahHeadlineHukum & Kriminal

Gugatan Praperadilan Tersangka Beras Oplosan di Pengadilan Negeri Sumenep Ditolak

28
×

Gugatan Praperadilan Tersangka Beras Oplosan di Pengadilan Negeri Sumenep Ditolak

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Sidang Praperadilan atas gugatan yang disampaikan Tersangka Latifa sebagai Pemilik Gudang UD.Yudha Tama ART yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep Selesai.

Dalam Putusannya, Hakim Tunggal PN Sumenep menyatakan bahwa Penetapan Tersangka dari Polres Sumenep terhadap Latifa dalam kasus beras oplosan sudah sesuai dengan KUHAP.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Hari ini keputusan dari pengadilan, hasilnya, dari materi yang disidangkan baik dari proses penggeledahan, penyitaan, penetapan tersangka, penangkapan, penahanan, dan penyidikan, semua memenuhi unsur dan dinyatakan sah,” ungkap AKP. Oscar Stevanus Setjo, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Kasatreskrim Polres) Sumenep, Senin (20/4/2020) kemarin.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha 2023, DKPP Sumenep Tekan Kecenderungan Lonjakan Harga Bahan Pokok

Sementara itu, ditanya terkait gugatan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), pihaknya menerangkan bahwa pengadilan memutuskan dan hal tersebut bukan ranah Pra-pradilan.

“Itu artinya, selama ini yang sudah dilakukan oleh penyidik Satreskrim sudah sesuai aturan, dan penyidikannya pun sudah dilakukan secara profesional,” urainya.

Dalam kasus ini, kata Oscar, petugas tidak menemukan tersangka selain tersangka Latifa. Kendati demikian, dia mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada kasus serupa di lembaga usaha yang lain.

Baca Juga :  Kisruh Penggarapan Tambak Garam di Pesisir Pantai Desa Gersik Putih, DPRD Sumenep Akan Segera Turun Tangan!

“Kami harap seluruh elemen masyarakat untuk membantu pihak kepolisian dalam membongkar kasus serupa, yang notabanenya kasus tersebut sangat meresahkan masyarakat,” terangnya.

Disisi lain, untuk para pekerja gudang UD. Yudha Tama ART, yang ikut melakukan pengoplosan tersebut, hanya di tetapkan sebagai saksi.

“Sampai saat ini statusnya sebagai saksi, sebab pada saat melakukan pekerjaan mereka hanya disuruh, diajari, dan digaji oleh tersangka,” pungkasnya. (Mp/al/lam)

Baca Juga :  Oknum BPD dan Perangkat Desa di Sumenep Masuk Tim Kampanye Pilbup 2020