SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Daerah

FKM – KM Tuding Bawaslu Kabupaten Sumenep Tidak Profesional

Avatar
×

FKM – KM Tuding Bawaslu Kabupaten Sumenep Tidak Profesional

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam suksesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 di Kabupaten Sumenep mendatang dianggap tidak bersih.

Pasalnya, tiga orang yang lolos Panwascam Pikada 2020 Sumenep, untuk Kecamatan Masalembu, sama persis komposisinya dengan Panwascam di Pemilu 2019 yang lalu, yakni inisial NH, MS, dan H.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Kalau misalnya, Bawaslu Kabupaten Sumenep beralasan minimnya pendaftar untuk kepulauan Masalembu, seharusnya mereka melakukan sosialisasi yang masif langsung ke lapangan,” ungkap Juhairi, koordinator Forum Komunikasi Masyarakat Kepulauan Masalembu (FKM-KM). kepada media ini, Sabtu (4/1).

Baca Juga :  Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Rekkerrek Untuk Pamekasan Hebat

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa, sosialisasi ke lapangan sangat penting dilakukan, mengingat pada pemilu 2019 yang lalu merupakan peristiwa kontestasi politik demokrasi paling buruk, khususnya di Kepulauan Masalembu.

“Jangan-jangan ada kongkalikong, Bawaslu Kabupaten seharusnya belajar dari kasus tersebut,” tegas dia.

Pada Pemilu 2019 yang lalu, kata dia, tiga Panwascam Masalembu itu mempunyai track record yang sangat buruk, hal itu dibuktikan dengan kasus tercoblosnya surat suara sebelum proses pemungutan suara dimulai.

Baca Juga :  Diprotes Peserta, Rekrutmen Anggota KPPS di Dharma Camplong Sampang Diduga Tak Transparan

“Kasus itu terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 03 Desa Masalima, yang tidak berujung pada terjeratnya satu pun anggota penyelenggara sampai saat ini. Padahal kasus itu merupakan peristiwa tangkap basah yang juga disaksikan langsung oleh ketiga Panwascam Masalembu itu,” paparnya, dengan nada kecewa.

Pihakya juga menegaskan, Kesamaan komposisi Panwascam untuk Pilkada 2020 dengan Pemilu 2019 tidak hanya menunjukkan adanya kongkalingkong dalam proses pengrekrutan, namun juga akan meningkatkan sikap apatisme masyarakat pada proses demokrasi.

Baca Juga :  Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Musik Daul Tolak Angin Lakukan Pemintasan

“Karena itu, saya berharap Bawaslu Kabupaten segera mengevaluasi keputusannya agar kepercayaan masyarakat pada proses demokrasi kembali pulih dan masa depan masyarakat kepulauan tidak kembali tergadaikan,” pungkasnya. (mp/mhe/din)

>> Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita madurapost.net WhatsApp Channel : Klik Disini . Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.