Dua Bupati di Madura Unjuk Populis, H. Idi ke Gubernur Anis, Ra Baddrut Blusukan ke Sawah

  • Bagikan

MADURA, MaduraPost – Dua pimpinan kepala daerah di Pulau Madura, Jawa Timur, tengah jadi sorotan publik. Mereka adalah Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Bupati Sampang Slamet Junaidi.

Perilaku keduanya saat ini sedang diperbincangkan. Sebab ada kesan menarik dalam melayani masyarakat dengan tipe dan caranya dalam memajukan daerah.

H. Idi atau akrab dikenal Slamet Junaidi fotonya viral duduk bergandengan dengan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan.

Sementara Ra Baddrut atau dikenal Baddrut Tamam blusukan ke sawah menemui seorang petani yang sedang merumput di tepi sungai.

BACA JUGA :  Ratusan Guru Non Katagori di Pamekasan Ajukan Berkas Permohonan BLT

Tidak diketahui latar belakang dan maksudnya. Namun berdasarkan komentar netizen, dua tokoh muda pimpinan kepala daerah di Pulau Garam tersebut sedang berkompetisi memajukan daerahnya.

Seperti Sampang yang baru meresmikan Rumah Sakit Daerah (RSD) Ketapang. Padahal rumah sakit tersebut, sudah kisaran berjalan empat tahun. Namun tidak juga diresmikan pemerintah daerah.

Baru di kepemimpinan H. Idi rumah sakit yang berlokasi di wilayah pantai utara itu, resmi dibuka dan dapat dinikmati warga pantura.

BACA JUGA :  Diduga Kurang Hati-hati Dalam Berkendara, Siswa SMK AL-Falah Hantam Pengendara Mobil di Pasean

Sementara Bupati Pamekasan Ra Baddrut sudah banyak menggempur program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, di antaranya adalah program beasiswa santri dan peluncuran mobil kesehatan yang diperuntukkan tiap-tiap desa.

Direktur Institut Social Society Moh. Anwar mengatakan, pejabat publik boleh melebur dengan siapa pun dan menjalin kerja sama dengan siapa pun pula.

Pendekatan yang dilakukan berharap tidak hanya sekedar mencari popularitas, melainkan demi mewujudkan program dan melayani masyarakat.

BACA JUGA :  Proklamasi 17 Agustus, Bupati dan Wakil Bupati Mengenakan Baju Khas Sakera

“Kepala daerah setingkat Bupati yang dilihat bukan pembicaraan dan retorikanya. Namun programnya. Seberapa besar program itu sudah dilayani dan dirasakan baik oleh masyarakat, itu yang pasti,” kata Anwar kepada Madura Post, Sabtu (14/12).

Menurutnya, kebiasaan pejabat publik setelah mendapat jabatan, sering lupa terhadap janji politiknya. Sehingga tidak asing, masyarakat di bawah sering dikibuli dan merasakan perlakuan yang mengecewakan.

(mp/red/*)

  • Bagikan