SUMENEP, MaduraPost – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar untuk pengadaan bibit tanaman pada tahun ini.
Anggaran tersebut disiapkan sebagai bagian dari program bantuan bagi petani, khususnya melalui kelompok tani (poktan).
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, bantuan bibit tembakau merupakan program rutin yang disediakan setiap tahun untuk mendukung produktivitas petani di daerahnya.
“Tahun ini juga disediakan anggaran khusus untuk program tersebut. Anggarannya memang lumayan besar,” ujar pejabat yang akrab disapa Inong itu, Kamis (12/2).
Meski demikian, ia mengaku belum mengecek secara rinci peruntukan anggaran Rp 2,1 miliar tersebut, termasuk jenis pengadaan yang akan dilakukan dalam program bantuan bibit tembakau.
“Nanti saya kroscek dulu peruntukannya untuk apa saja, saya tidak hafal,” katanya.
Inong menjelaskan, bantuan benih tidak akan diberikan kepada perorangan, melainkan disalurkan melalui kelompok tani agar distribusi lebih terarah dan tepat sasaran.
Namun, hingga saat ini pihaknya belum memetakan kelompok tani yang akan menerima bantuan tersebut.
“Saya juga belum tahu kelompok mana saja yang akan dapat bantuan. Yang pasti wajib diserahkan ke poktan,” tegasnya.
Program bantuan bibit ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan petani tembakau sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Sumenep.***






