SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Daerah

Dispertahortbun Sumenep Ajak Petani Tidak Terlalu Banyak Tanam Tembakau, Ini Alasannya

Avatar
×

Dispertahortbun Sumenep Ajak Petani Tidak Terlalu Banyak Tanam Tembakau, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Madurapost.id – Satu pabrik rokok di Madura, Jawa Timur, pastikan tidak akan melakukan pembelian tembakau pada tahun 2020 ini.

Pasalnya, selain masih dirundung masa kenormalan baru (New normal) pandemi covid-19, tahun ini daun emas Madura masih diambang tidak normal.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Diketahui, satu pabrikan yang sudah mengirim surat ke Dinas Pertanian Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep yakni PT. Bentoel Prima.

“Untuk tahun ini, kami mengimbau pada petani untuk tidak terlalu banyak menanam tembakau. Karena satu pabrikan tidak akan mengambil, sudah mengirimkan surat ke kami,” ungkap Kepala Dispertahortbun Sumenep, Arif Firmanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan, Rina Suryandari, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (29/7).

Baca Juga :  Pendaftaran PPDB Online di Sumenep Bisa Dilihat di Alamat Ini

Selain itu, kata dia, PT. Bentoel Prima beralasan bahwa stok atau persediaan bahan baku tembakau masih ada di samping adanya kebijakan pemerintah soal kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) sebesar 35 persen.

“Kami sempat mengumpulkan pabrikan, mereka tidak menyebutkan angka untuk mengambil walau pun tidak sebanyak dulu. Yang pasti satu pabrik tidak mengambil, kalau yang lainnya belum ada kepastian,” kata dia.

Baca Juga :  Bupati Pamekasan Pilih Kampanyekan Presiden ketimbang Hadir ‘Bela Petani Tembakau’

Dalam ploting area dan target serapan tembakau pada musim tanam tahun 2020 akhir bulan Juli ini mencapai 7.956 hektare. Dibandingkan dengan ploting area tanaman tembakau tahun 2019, di yang mencapai 4.337 hektare.

Artinya, dapat dipastikan jika petani Sumenep tahun ini telah melebihi target tanam tembakau dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar 30 persen.

“Jadi kita menghimbau untuk membatasi. Kalau respon masyarakat ya bermacam, kita tetap sosialisasikan dengan keadaan, yang kita jaga kan dari harga. Jika banyak petani yang menanam tapi anjlok, kan gimana,” jelasnya.

Baca Juga :  Abaikan Himbauan Kapolres Sampang Terkait Covid-19, Lomba Merpati di Desa Sokobanah Daya Berlangsung Meriah

Sementara itu, dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep, ada 17 kecamatan yang selalu menjadi ploting area tanaman tembakau, semuanya daratan kecuali Kecamatan Kalianget dan Kota.

Pihaknya menawarkan tanaman alternatif berupa padi, kedelai, dan tanaman lainnya.

“Produktivitas kita ingin tetap meningkat. Tugas berat kita adalah bagaimana memberikan edukasi kepada petani agar dalam teknis penanaman produktivitas tembakau bisa bagus, dan pabrikan mau membeli. Tapi kalau produksi, kami selalu tekan bagus. Ini juga sebagian dampak dari pandemi covid-19, sehingga satu pabrik belum bisa mengambil,” tukasnya. (Mp/al/rul)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.