Scroll untuk baca artikel
Ekonomi dan Bisnis

Disnaker Sumenep Dorong Kaum Disabilitas Ikut Pelatihan, Meski Minat Masih Rendah

Avatar
49
×

Disnaker Sumenep Dorong Kaum Disabilitas Ikut Pelatihan, Meski Minat Masih Rendah

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. Seorang penyandang disabilitas mengikuti pelatihan menjahit yang difasilitasi oleh Disnaker Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)
ILUSTRASI. Seorang penyandang disabilitas mengikuti pelatihan menjahit yang difasilitasi oleh Disnaker Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus berkomitmen memperluas akses keterampilan kerja bagi penyandang disabilitas melalui program pelatihan khusus.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dorongan agar kelompok difabel memiliki bekal kompetensi untuk terjun ke dunia kerja.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kepala Bidang Pelatihan Disnaker Sumenep, Eko Feriyanto, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2016, pihaknya secara rutin mengundang kalangan disabilitas untuk ambil bagian dalam pelatihan kerja yang memang disiapkan secara khusus.

Baca Juga :  Tabungan Ukhuwah BPRS Bhakti Sumekar, Kesempatan Menang Hadiah Mobil Bisa Jadi Kenyataan

Namun, sejak tahun 2019 hingga sekarang, tidak ada lagi peserta dari kelompok tersebut yang mendaftarkan diri.

“Memang, minat dari saudara-saudara kita penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan di Disnaker terbilang rendah. Mereka cenderung lebih memilih program pelatihan yang diadakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep,” ujar Eko, Rabu (23/7).

Baca Juga :  Pasca Kisruh Dengan ICW, Moeldoko Kunjungi Sampang Madura

Ia menjelaskan, salah satu penyebab minimnya partisipasi itu diduga karena kekhawatiran akan terjadinya pencatatan ganda di sistem administrasi dua instansi pemerintah daerah.

Padahal, menurut Eko, para difabel sebenarnya diperbolehkan untuk mengikuti seluruh pelatihan yang disediakan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah naungan Pemkab Sumenep.

“Kami tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi penyandang disabilitas yang ingin mengasah keterampilan dan meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.***

Baca Juga :  Terimakasih Bupati Pamekasan, Tembakau Mahal