SUMENEP, MaduraPost – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus berkomitmen memperluas akses keterampilan kerja bagi penyandang disabilitas melalui program pelatihan khusus.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dorongan agar kelompok difabel memiliki bekal kompetensi untuk terjun ke dunia kerja.
Kepala Bidang Pelatihan Disnaker Sumenep, Eko Feriyanto, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2016, pihaknya secara rutin mengundang kalangan disabilitas untuk ambil bagian dalam pelatihan kerja yang memang disiapkan secara khusus.
Namun, sejak tahun 2019 hingga sekarang, tidak ada lagi peserta dari kelompok tersebut yang mendaftarkan diri.
“Memang, minat dari saudara-saudara kita penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan di Disnaker terbilang rendah. Mereka cenderung lebih memilih program pelatihan yang diadakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep,” ujar Eko, Rabu (23/7).
Ia menjelaskan, salah satu penyebab minimnya partisipasi itu diduga karena kekhawatiran akan terjadinya pencatatan ganda di sistem administrasi dua instansi pemerintah daerah.
Padahal, menurut Eko, para difabel sebenarnya diperbolehkan untuk mengikuti seluruh pelatihan yang disediakan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah naungan Pemkab Sumenep.
“Kami tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi penyandang disabilitas yang ingin mengasah keterampilan dan meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.***






