Scroll untuk baca artikel
Daerah

Dishub Probolinggo Soroti Parkir Bahu Jalan, Warga Keluhkan Kemacetan

Avatar
×

Dishub Probolinggo Soroti Parkir Bahu Jalan, Warga Keluhkan Kemacetan

Sebarkan artikel ini
Kendaraan terparkir di bahu Jalan Soekarno Hatta, Probolinggo, menyebabkan penyempitan lajur dan kemacetan lalu lintas. (MaduraPost/Istimewa)

PROBOLINGGO, MaduraPost – Kemacetan lalu lintas terjadi di sepanjang ruas Jalan Soekarno Hatta di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terutama pada jam sibuk. Kondisi ini dipicu maraknya kendaraan yang parkir di bahu jalan, baik roda dua maupun roda empat.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular akibat penyempitan lajur. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan karena sebagian badan jalan digunakan sebagai area parkir.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Situasi tersebut diperparah dengan tingginya aktivitas usaha di sepanjang jalan yang menjadikan bahu jalan sebagai tempat parkir bagi pengunjung.

Dishub: Parkir Tepi Jalan Masih Diperbolehkan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Pudi Adji Tjahjo Wahono, membenarkan bahwa ruas tersebut memang difungsikan sebagai area parkir tepi jalan umum (on-street parking).

“Sepanjang ruas Soekarno Hatta memang digunakan untuk parkir tepi jalan dan itu masuk kategori jalan kota. Pengguna jalan harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan bahu jalan sebagai area parkir masih dianggap wajar, mengingat hampir seluruh pelaku usaha di kawasan tersebut mengandalkan fasilitas tersebut.

Meski demikian, Dishub menegaskan akan mengambil tindakan jika parkir kendaraan sudah melanggar batas, khususnya hingga menggunakan trotoar.

“Kalau parkir di trotoar itu baru pelanggaran dan akan kami tindak,” tegasnya.

Kondisi ini menuai keluhan dari masyarakat karena dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kemacetan yang terjadi bukan hanya persoalan teknis di lapangan, tetapi juga mencerminkan perlunya penataan ruang jalan yang lebih optimal.

Jika tidak segera dibenahi, ruas Jalan Soekarno Hatta berpotensi terus mengalami kemacetan dan menjadi contoh kompromi ruang publik yang mengorbankan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.***