SUMENEP, MaduraPost – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendorong seluruh Satuan Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan guna mengatasi hambatan psikologis atau mental block siswa dalam menerima materi pelajaran.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Sumenep, M. Fajar Hidayat mengatakan, masa transisi dari libur panjang menuju rutinitas sekolah kerap menuntut penyesuaian pola pikir siswa agar tidak merasa terbebani saat kembali belajar.
“Kami berupaya mengubah kebiasaan siswa yang sebelumnya dalam fase libur agar siap kembali belajar. Melalui kegiatan seperti ‘Pagi Ceria’, kita awali dengan senam bersama dan upacara untuk menanamkan nilai kebangsaan serta membakar semangat mereka. Tujuannya agar mindset yang santai selama liburan kembali siap untuk pembelajaran,” kata Fajar memaparkan, Kamis (12/2).
Ia menjelaskan, langkah tersebut selaras dengan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menginstruksikan pelaksanaan senam sehat setiap hari di sekolah.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Sumenep memberi keleluasaan bagi masing-masing sekolah dalam mengatur teknis pelaksanaannya.
“Himbauan senam sehat itu dilakukan setiap hari sesuai arahan kementerian. Namun, teknis kegiatan pembelajaran sepenuhnya kami serahkan kepada pihak sekolah. Kami di Bidang SMP memberikan pembinaan sebagai pelengkap untuk memastikan fokus tetap pada kurikulum dan kebutuhan siswa,” tambahnya.
Fajar menekankan, pembelajaran yang tidak kaku menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana kelas yang inklusif dan menggembirakan.
Menurutnya, kebijakan kementerian saat ini berfokus pada upaya membangun pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.
“Kementerian fokus pada pembelajaran yang menyenangkan. Jika proses dan teknis pembelajarannya dibuat senyaman mungkin, hal itu akan berdampak positif pada kondisi psikologis siswa. Mental block akan terbuka, sehingga siswa menjadi lebih reseptif terhadap apa yang diajarkan oleh guru,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, Disdik Sumenep berharap kualitas serapan ilmu pengetahuan di tingkat SMP meningkat seiring membaiknya kesejahteraan mental (well-being) siswa di lingkungan sekolah.***






