Scroll untuk baca artikel
Berita

Dinkes P2KB Sumenep Prioritaskan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini

Avatar
64
×

Dinkes P2KB Sumenep Prioritaskan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Potret Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, saat berada di halaman kantor setempat. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) resmi melaksanakan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan serta mendorong deteksi dini berbagai penyakit.

Sebanyak 30 Puskesmas di Sumenep telah disiapkan untuk memberikan layanan ini. Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah menjelaskan, bahwa program PKG ini ditujukan bagi peserta BPJS Kesehatan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dengan cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Sumenep yang telah mencapai 80–90 persen, mayoritas masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan ini.

Baca Juga :  Kafe Apoeng Ketha Ditutup Lagi, Kapan Dibuka ?

“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang optimal. Bagi yang belum memiliki BPJS, kami mendorong mereka untuk segera mendaftar, baik secara mandiri maupun melalui bantuan pemerintah daerah,” ujar drg. Elya pada wartawan belum lama ini, Rabu (12/2).

Program ini difokuskan pada tiga kelompok sasaran utama, yaitu:

1. Balita, yang akan menjalani pemeriksaan tumbuh kembang.

Baca Juga :  Ustaz Hanan Attaki Ditolak Manggung di Sumenep

2. Masyarakat dewasa, yang diperiksa untuk mendeteksi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

3. Lansia, dengan pemeriksaan khusus untuk penyakit degeneratif.

Meskipun layanan kesehatan gratis melalui UHC memungkinkan masyarakat mendapatkan perawatan di puskesmas, PKG memiliki tujuan berbeda, yakni pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang merasa sehat tetapi ingin mengetahui kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, masyarakat diharuskan mendaftar sebelum memperoleh layanan ini.

Sebagai langkah mempermudah akses layanan, Dinas Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi Satu Sehat.

Baca Juga :  Tim Inovasi Provinsi Jatim Gelar Refleksi Daerah, Disdik Sumenep Optimis Peningkatan Mutu Pendidikan Akan Berkembang

Jika ada kendala dalam pendaftaran atau penggunaan aplikasi, tenaga kesehatan di puskesmas siap membantu.

Saat ini, Dinkes P2KB Sumenep terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat lebih memahami manfaat PKG. Selain itu, kepala desa turut dilibatkan dalam upaya edukasi kesehatan di tingkat desa.

“Kami ingin masyarakat lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi dini sangat penting karena bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit berkembang lebih serius,” tandasnya.***