Sementara itu, Salah salah satu pemilik koas batik, Mas Atiq mengatakan, Pasar 17 Agustus itu merupakan pasar batik terbesar se Asia Tenggara, akan tetapi kondisinya sangat dikeluhkan para pedagang.
“Keluhan itu sangat dirasakan oleh para pedagang sayur di belakang dengan diijinkanya pedagang sayur baru di depan, pas di parkiran kios batik,” Kata Atiq
Kemudian Atiq mengatakan, jika Pasar 17 Agustus itu mau di jadikan pasar sayur seperti gadang itu tidak masalah, yang penitng begitu jam 07.00 pagi di parkiran kios batik sudah steril semua.
“Artinya ketika ada orang dari luar mau belanja batik tidak mengesankan Pasar 17 Agustus ini kumuh. Nah untuk Kepala Pasar yang baru PRnya banyak yang harus di benahi, termasuk serap aspirasi dulu dengan pedagang, dan penataan pasar kedepannya bagaimana,” terang Atiq saat di konfirmasi di dalam Pasar. (Mp/nir/kk)






