SAMPANG, MaduraPost – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kabupaten Sampang mendapat sorotan. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bira Timur yang dikelola Yayasan Al-Aziz diduga mengurangi kapasitas menu serta tidak menyajikan makanan sesuai standar yang ditetapkan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pedoman dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengharuskan penyaluran MBG pada bulan Ramadan tetap menjaga kualitas gizi, komposisi menu, serta kemasan yang layak bagi para penerima manfaat. Program ini terutama ditujukan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Namun di lapangan, sejumlah penerima manfaat mengaku menu yang mereka terima jauh dari ekspektasi. Selain dinilai terlalu sederhana, makanan yang dibagikan juga tidak disertai kemasan permanen sebagaimana yang diharapkan dalam program bantuan gizi tersebut.
Beberapa penerima bahkan menyebut wadah atau tas makanan yang digunakan saat distribusi diminta kembali oleh pihak dapur setelah makanan diterima.
“Yang kami terima hanya makanannya saja. Tasnya diminta kembali. Menunya juga sangat sederhana, tidak seperti yang dibayangkan untuk program bergizi,” ujar salah seorang penerima manfaat.
Keluhan terutama datang dari kelompok prioritas yang kerap disebut B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Mereka menilai menu yang diberikan belum mencerminkan standar pemenuhan gizi yang menjadi tujuan utama program MBG.
Saat dikonfirmasi terkait kualitas makanan yang dibagikan, Kepala SPPG setempat, Mad Huri, menyatakan bahwa menu yang disalurkan sudah sesuai ketentuan.
“Iya pak, itu sudah terpenuhi,” katanya singkat kepada wartawan.
Namun ketika ditanya mengenai besaran anggaran menu MBG yang disebut-sebut mengalami pengurangan, Mad Huri tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sejumlah pihak pun mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat dari instansi terkait agar pelaksanaan program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak pengelola dapur Yayasan Al-Aziz belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengurangan kapasitas menu maupun kebijakan penarikan kembali wadah makanan dari penerima manfaat.






