SUMENEP, MaduraPost – Kasus dugaan penganiayaan terhadap dua karyawan terjadi di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan ALIF di Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Peristiwa itu dilaporkan ke polisi dan kini dalam penanganan aparat. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1/II/2026/SPKT/Polsek Batuputih/Polres Sumenep/Polda Jawa Timur tertanggal 7 Februari 2026, kejadian berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di teras dapur MBG Yayasan ALIF, Jalan Somber Tombet, Dusun Berombak, Desa Batuputih Laok.
Dua korban berinisial RJ dan MS, warga Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria berinisial Z yang juga warga setempat.
Kapolsek Batuputih AKP Abu Mahdura menjelaskan, peristiwa bermula saat korban bersama rekan kerja diminta memisahkan sisa makanan program Makan Bergizi Gratis yang tidak tersalurkan kepada siswa.
“Korban bersama rekannya diminta memisahkan antara nasi dan lauk. Sekitar 15 menit kemudian, terlapor menghampiri korban dan menanyakan jumlah sisa makanan,” ujar Kapolsek Abu Mahdura, Kamis (12/2).
Namun, karena korban belum menghitung jumlah sisa makanan, ia menoleh kepada rekannya. Hal itu diduga memicu kemarahan terlapor.
“Terlapor marah dan berkata agar korban tidak melihat rekannya, lalu menampar pipi kanan korban menggunakan tangan kanan,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar pada pipi dan hidung, kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Batuputih.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik Dapur MBG Yayasan ALIF Batuputih H. Mawardi belum bisa dimintai keterangan resmi. Sebab, dia mengaku sedang bepergian.
“Mohon maaf, saya masih berada di luar kota,” sebutnya, saat dikonfirmasi MaduraPost, Kamis siang.
Terpisah, Kepala SPPG dapur MBG Yayasan ALIF Batuputih, Moh. Fawaid, belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp yang dilakukan media belum mendapat respons. Sementara polisi masih mendalami kasus tersebut.***






