SUMENEP, MaduraPost – Usai sudah pagelaran Festival Jaran Serek yang diadakan Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur. Minggu, 19 Mei 2024.
Ketua Paguyuban Jaran Serek Sumenep, KH. Rofiq Nur Alif mengatakan, kegiatan tersebut tak lain demi mendorong kemajuan para pelaku UMKM.
Di sisi lain demi mendatangkan minat wisatawan dari luar Kabupaten Sumenep khususnya mancanegara.
Anggaran yang menelan kurang lebih Rp60 juta dari APBD Sumenep itu digelontorkan untuk para peserta, konsumsi dan lainnya.
“Ini semua dianggarkan oleh Pemkab melalui Disbudporapar Sumenep,” kata Rofiq pada media, Minggu (19/5).
Rofiq mengungkapkan, apabila setiap pasang Jaran (Kuda) Serek diberi honorium Rp500 ribu.
Pihaknya berharap, agar Pemkab Sumenep betul-betul memperhatikan kelestarian kesenian Jaran Serek.
“Tak terkecuali kesenian-kesenian lainnya, seperti Sapi Sonok, dan Sapi Kerab,” terangnya.
Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Wabup Sumenep, Dewi Khalifah. Wabup Khalifah bilang, biasanya sewa Jaran Serek sekitar Rp1 juta hingga 3 juta setiap tampil.
“Biasanya kalau kuda itu diundang ke acara mantenan atau karnaval sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta lengkap dengan musik saronen,” kata Wabup Khalifah saat sambutan di acara pelantikan DPC ISSITA Sumenep.
Lalu berapakah sebenarnya honorium sewa Jaran Serek dalam setiap acara?
Dalam Festival Jaran Serek yang digelar Pemkab Sumenep dengan jumlah 60 peserta, dianggarkan Rp60 juta.
Seperti keterangan Rofiq, bahwa setiap kuda mendapatkan Rp500 ribu sebagai honorium itu nyatanya masih ada sisa anggaran.
Apabila diakumulasi, Rp500 ribu dikali 60 peserta, maka terdapat Rp30 juta untuk pembayaran honorium para peserta Jaran Serek .
Lalu kemanakah sisa anggaran Rp30 juta tersebut, dari yang semula Rp60 juta? benarkah dihabiskan dengan biaya konsumsi dan lainnya?
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan.
Sebab, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum merespon, meski nada dering tunggunya terdengar aktif.***






