close menu

Masuk


Tutup x

Dianggap Meresahkan, Warga Kwanyar Bangkalan Hadang Truk Pengangkut Sampah

Penulis: | Editor:

BANGKALAN, MaduraPost – Penyegelan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang berlokasi di Desa Buluh Kecamatan Socah kabupaten Bangkalan pada Jumat (21/02/2020) lalu, membuat pemerintah mencari cara untuk mengangkut sampah yang sudah banyak menumpuk di beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS), akhirnya memutuskan untuk membuang ke lahan kosong yang jauh dari pemukiman warga yang terletak Kecamatan Kwanyar.

BACA JUGA :  Satgas Pemilu Pamekasan Sesalkan Pengusiran Wartawan oleh Oknum PPK Pasean

Wakil Bupati Bangkalan Moh Mohni, menjelaskan pembuangan sampah di Kecamatan Kwanyar merupakan lahan milik TNI, dan bersifat sementara.

“Di Kwayar itu tidak final, hanya sementara, karena sampah yang ada di kota harus segera ditangani,” ujar mantan kepala dinas pendidikan kabupaten Bangkalan, Selasa (25/02/2020).

Sampah-sampah yang mulai menumpuk di TPS di Kabupaten Bangkalan yang berasal dari kota, akhirnya diangkut ke Kwanyar, sebanyak 7 truk dan berhasil dibuang, namun setelah itu warga menghadang hingga terjadi cekcok antara warga dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) jika wilayahnya dijadikan TPA sementara.

BACA JUGA :  Persyaratan Pencalonan Pemilu, KPU Jatim: Ini Kewajiban

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Hotib salah satu warga Kwayar dan sekaligus anggota DPRD kabupaten Bangkalan, dirinya mempertanyakan pemerintah terkait perencanaan sampah yang dibuang di kecamatan Kwanyar sebagai wilayah TPA. Meskipun dengan alasan mendesak, Pihak DLh tidak bisa menunjukkan izin dan perencanaan Zonasi.

“Tidak bisa dong ujuk-ujuk seperti ini, apa memang hanya sementara, apa dijadikan pembuangan, pengolahan atau apa,karena Pemkab tidak punya rencana induk pengolahannya,” tuturnya. (mp/sur/rul)

BACA JUGA :  Masyarat Pragaan Daya Kegirangan Mendapatkan BLT-DD