Dianggap Menyebar Fitnah, Kapolsek Pamekasan Dilaporkan ke Bawaslu

Avatar
BPN saat mendatangi Kantor Bawaslu Kabupaten Pamekasan. (Foto: Istimewa).

PAMEKASAN, Beritama.id Kurang lebih sepuluh orang perwakilan dari b
Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur,mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat. Kamis, (04/04/19).

Kedatangannya, untuk melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Kapolsek Kecamatan Kota Pamekasan, AKP Purwanto.

Dalam laporannya, Mereka menganggap bahwa Kapolsek tidak netral dalam pelaksanaan Pemilu Tahun 2019, dengan mengajak masyarakat mendukung pasangan calon presiden Nomor Urut 01 (Jokowi – Amin).

BACA JUGA :  Ini Asal 7 Pencuri Ikan di Desa Karanganyar Sumenep

Khairul Kalam, Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Pamekasan mengatakan, bahwa kedatangan mereka ke kantor Bawaslu untuk meneruskan aspirasi masyarakat yang diresahkan oleh pernyataan kapolsek Kecamatan Kota.

“Kami melapor atas dasar aspirasi masyarakat, Karena pernyataan kapolsek merupakan Fitnah pada kubu Prabowo Sandi,” tutur Khairul panggilan akrabnya.

Lebih lanjut, Khairul Kalam sangat menyayangkan fitnah yang di lontarkan oleh kapolsek Kota, yang mengatakan apabila Kubu 02 (Prabowo -Sandi) Menang, maka NKRI akan Bubar dan Idiologi Pancasila akan Diganti Faham Khilafah.

BACA JUGA :  Kantor KPU Pamekasan Jadi Langganan Banjir

Selain itu, Khairul kalam mengatakan bahwa DPC Partai Gerindra Kabupaten Pamekasan, PPIR, FPI, LPI, LMA dan semua relawan Pemenangan Prabowo Sandi di Kabupaten Pamekasan akan mengawal laporan tersebut.

“Insyaallah hari senin kami dengan semua relawan akan kembali Ke Bawaslu Kabupaten Pamekasan untuk melakukan Audiensi” Tutup Khairul

Sebagaimana diketahui, bahwa telah viral video yang diduga Kapolsek Kecamatan Kota (AKP Purwanto) melakukan kampanye tertutup mengajak masyarakat memenangkan pasangan 01 (Jokowi – Ma’ruf)

BACA JUGA :  Untuk Penanganan Virus Corona, DPRD Sumenep Hibahkan Anggaran 5 Miliar

Video berdurasi dua menit dua belas detik tersebut, menjadi viral karena pernyataan kapolsek yang dianggap menyebar fitnah dan ujaran kebencian. (Beritama/liq/zul)

Berikut Videonya :