Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Di Pamekasan, LPKP2HI Temukan Proyek Bermasalah, Kontraktor Terancam Dilaporkan

Avatar
×

Di Pamekasan, LPKP2HI Temukan Proyek Bermasalah, Kontraktor Terancam Dilaporkan

Sebarkan artikel ini
Foto : Proyek saluran air tampak hancur setelah belum lama selesai dibangun yang berlokasi di Dusun Dejeh Gunung Desa Sana Daja)

BERITAMA.IDPAMEKASAN – Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPKP2HI) menemukan proyek saluran air bermasalah di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Kamis (17/10/2019).

Anggota LPKP2HI Korwil Madura Ahmad Marul Saleh mengatakan, pengerjaan proyek tersebut dinilai sudah keterlaluan. Sebab berdasarkan keterangan warga, proyek baru saja selesai dikerjakan. Akan tetapi tidak bertahan lama alias seumuran jagung.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca
Baca Juga :  Sumenep Diguncang Gempa Bumi 3.9 Magnitudo

“Saya tidak bisa menjelaskan secara teknis. Intinya ini proyek kacau dan keterlaluan. Pemilik proyek ini akan saya telusuri dan siap untuk dilaporkan,” kata Ahmad Marul kepada awak Media

Alasan demikian, untuk memperjelas siapa sebenarnya pemilik proyek tersebut. Apakah mereka akan bertanggung jawab, atau hanya mau mencari keuntungan semata.

Sebelumnya, hadirnya proyek saluran air tersebut dirasa bangga oleh masyarakat. Karena untuk mengantisipasi musim penghujan. Sehingga tidak sulit untuk dilalui. Akan tetapi setelah ada proyek tidak bertahan lama, masyarakat berubah kecewa.

Baca Juga :  Bantuan Insentif Guru Belum Cair, Disdik Sumenep Bantah Hingga Sebutkan Hal Ini

SM Warga setempat mengatakan, pihaknya tidak ingin di sekitar desanya ada proyek yang mengkhawatirkan akibat kualitas jelek. Itu sebabnya justru akan menambah rasa panik masyarakat.

“Buat apa ada proyek, kalau cepat rusak. Lebih baik tidak bangun,” pungkasnya. (Red-Fat)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.