SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Politik

Debat Pertama Pilkada 2020, Ketua KPU Sumenep Imbau Kondusifitas dan Hindari Ujaran Kebencian

Avatar
×

Debat Pertama Pilkada 2020, Ketua KPU Sumenep Imbau Kondusifitas dan Hindari Ujaran Kebencian

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Debat publik pertama Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup-Pilwabup) 2020 Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur di mulai malam ini, Selasa (10/11/2020) di Hotel Utami.

Debat pertama dengan tema ‘Meningkatkan Kesejahteraan dan Pelayan Masyarakat’ ini menghadirkan undangan terbatas sebab masa pandemi Covid-19.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dalam kesempatan itu, Edi Hartono, perwakilan Plt Ketua KPU Jawa Timur hadir, berikut komisioner KPU Sumenep dan para Paslon, yakni Fattah Jasin-Ali Fikri Warits nomor urut 2 dan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah nomor urut 1.

Baca Juga :  Catat! Destinasi Wisata Goa Soekarno Akan Kembali Dibuka 22 April 2023, Nikmati Keseruan Wahana Terbarunya

Diketahui, Achmad Fauzi tidak didampingi calon wakil Bupati, Dewi Khalifah, sebab masih dalam masa iddah. Sedangkan Fattah Jasin bersama Ali Fikri Warits.

Dalam sambutannya, ketua KPU Sumenep, A. Warist menerangkan bahwa debat perdana masih belum bisa dihadiri salah satu wakil Paslon Bupati. Namun, tetap akan berjalan kondusif.

“Debat kali ini merupakan yang perdana. Bertepatan dengan hari pahlawan, 10 November 2020. Kami mengharap nanti ada pahlawan-pahlawan yang akan mensejahterakan masyarakat Sumenep,” tuturnya saat sambutan, Selasa (10/11).

Baca Juga :  PBSI Pamekasan Daftarkan 13 Atlet dari PB Angkasa di Kejuaraan Bupati Cup Malang 2023

Selain itu, pihaknya mengajak kepada masyarakat Sumenep agar mengikuti debat tersebut dengan semaksimal di layar televisi. Diketahui, debat publik Paslon Bupati disiarkan live di JTV dan live streaming YouTube KPU Sumenep.

“Kami ingin mengajak kepada semua pihak, mari kita ikuti debat ini semaksimal mungkin, dengan visi misi Paslon untuk kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Baca Juga :  Keluarga Ra Mamak Pecah, Kiai Hazmi Ungkap Alasannya

Disamping itu, Warist juga mengimbau agar masyarakat menjauhi ujaran kebencian selama masa pelaksanaan Pilkada Sumenep sampai akhir pencoblosan.

“Pada tanggal 9 Desember 2020 masyarakat wajib membawa e-KTP untuk memilih Cabup-Cawabup. Kami mengajak masyarakat agar tidak terjebak dalam ujaran kebencian dan menjaga kondusifitas pemilihan nanti,” imbaunya.

Terakhir, pihaknya menerangkan kepada pemilih untuk tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes) saat hari pencoblosan telah tiba. (Mp/al/kk)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.