Scroll untuk baca artikel
Sosial

Dari Bangku SD ke Panggung Nasional, Diyan Sauqia Harumkan Nama Pamekasan Lewat Puisi

Avatar
41
×

Dari Bangku SD ke Panggung Nasional, Diyan Sauqia Harumkan Nama Pamekasan Lewat Puisi

Sebarkan artikel ini
Potret Diyan Sauqia tampil membacakan puisi di hadapan publik dalam kegiatan Pendidikan Melek Media (PMM) yang digelar oleh Forum Wartawan Pamekasan (FWP) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan. (MaduraPost/DOK)

PAMEKASAN, MaduraPost – Di sebuah ruang kelas sederhana di SDN Waru Barat 6, Kecamatan Waru, Pamekasan, mimpi besar itu tumbuh pelan-pelan.

Dari bangku kelas V, seorang siswi bernama Diyan Sauqia (11) membuktikan bahwa keterbatasan tak pernah menjadi penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Diyan berhasil meraih Juara Harapan II tingkat nasional dalam ajang Event Menulis Nasional (EMA) kategori baca puisi. Tak berhenti di situ, ia juga masuk 15 besar nasional pada kategori menulis artikel yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Inovator Literasi Nasional (IGINOS).

Prestasi itu semakin bermakna saat Diyan tampil membacakan puisi di hadapan publik dalam kegiatan Pendidikan Melek Media (PMM) yang digelar oleh Forum Wartawan Pamekasan (FWP) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Dipanggil ‘Gus Fauzi’ Karena Kedekatannya Dengan Ulama

Acara tersebut berlangsung di SDN Tagangser Laok 2, Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru. Dengan suara lirih namun penuh penghayatan, Diyan membacakan puisi berjudul “Guru Tahfidzku”.

Setiap bait yang dilantunkan seolah memantulkan rasa hormat, cinta, dan ketulusan seorang murid kepada guru yang membimbingnya dalam menghafal Al-Qur’an.

Tepuk tangan pun mengalir, bukan sekadar untuk keindahan puisi, melainkan untuk keberanian dan ketekunan seorang anak desa yang berani bermimpi besar.

Baca Juga :  PC AMK Sampang Santuni Anak Yatim dan Berikan Bantuan Sembako ke Kaum Dhuafa

Di balik prestasi itu, Diyan tumbuh dalam keluarga sederhana. Ia merupakan putri pertama dari pasangan Nimar dan Imamah, dan memiliki seorang adik laki-laki yang masih kecil.

Di tengah keseharian sebagai pelajar dan kakak bagi adiknya, Diyan terus menyisihkan waktu untuk membaca, menulis, dan berlatih puisi.

Titik Hotijah, guru pembimbing Diyan, melihat potensi itu sejak awal. Menurutnya, Diyan bukan hanya memiliki bakat, tetapi juga semangat belajar yang luar biasa.

“Diyan anaknya tekun, mau belajar, dan punya motivasi tinggi. Kalau diberi arahan, dia cepat menangkap dan selalu ingin berkembang,” tutur Titik Hotijah.

Baca Juga :  Berbagi di Bulan Suci, Komunitas “Jangan Lupa Bahagia” Berbagi Sembako

Baginya, prestasi Diyan bukanlah hasil instan, melainkan buah dari ketekunan, bimbingan guru, dan dukungan keluarga.

Ia berharap keberhasilan Diyan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain, khususnya di wilayah pedesaan, untuk berani menyalurkan minat dan bakat di bidang literasi.

Di usia yang masih belia, Diyan Sauqia telah menorehkan jejak prestasi yang membanggakan.

Dari Waru, suaranya menggema hingga tingkat nasional—membawa pesan bahwa puisi, literasi, dan mimpi besar bisa lahir dari.***