Dampak Cuaca Hujan, Pendapatan Nelayan Bangkalan Menurun

  • Bagikan

BANGKALAN, MaduraPost – Cuaca ekstrem yang mengakibatkan hujan terus menerus disertai angin kencang berdampak buruk terhadap penghasilan para nelayan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Pantauan MaduraPost, puluhah perahu harus diparkir di Sungai Bancaran, Desa Pangeranan, Kota, lantaran ombak besar yang bisa mengancam keselamatan nelayan.

Hariyono (39) salah seorang nelayan mengatakan, bahwa adanya hujan berdampak buruk bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Terutama terkait omzet, sebab yang awalnya bisa menangkap ikan dengan hasil minimal 4-5 kilo, namun akhir-akhir ini turun drastis maksimal 1-2 kilo. Hal itu sangat jauh jika dibandingkan dengan sebelumnya.

BACA JUGA :  Kepala Desa Gunung Kesan Jemput Jenazah Meninggal Dunia di Malaysia

“Kadang juga bisa dihitung ekor penghasilan ikan yang kami tangkap diakibatkan hujan dan angin kencang, terpaksa kita balik tidak bisa melanjutkan ke laut, karena kalau tetap memaksa ke laut nyawa yang akan jadi taruhannya,” kata dia saat diwawancarai MaduraPost, Selasa (22/12/2020).

Lanjut lelaki yang hampir berkepala empat itu menjelaskan bahwa dirinya menjadi nelayan kurang lebih 20 tahun, walaupun omzet yang didapat dirasa tidak mencukupi akhir akhir ini disebabkan faktor hujan yang membuat para nelayan memutuskan untuk berdiam diri di rumah.

BACA JUGA :  Sosialisasi Program PTSL, Pemkab Bangkalan siap mengawal 40 Ribu Sertifikat Agar Tepat Sasaran

“Kita tidak bisa melawan kehendak dari Allah, apabila kita maksa melaut bisa-bisa nyawa yang melayang,” ungkap lelaki yang melaut semenjak tahun 2000 itu.

Selain itu, Yono beberapa hari ini sering kekurangan makanan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, karena hanya itu satu satunya pekerjaan yang dirinya miliki.

“Penghasilan kami tidak nututin, lalu kemudian saya jual apa aja yang laku demi menyambung hidup. Ibarat pepatah, hasil dari laut makan dari laut secara otomatis hidup kami dari laut,” keluhnya.

BACA JUGA :  Pemkab Bangkalan Pangkas Anggaran Program PBID Tahun 2020 Mencapai Rp 2 M

Alasan selain cuaca ekstrim mengapa dirinya tidak melakukan aktifitas memancing ikat di laut karena Yono tidak ingin ada korban kembali yang melanda para nelayan di Bangkalan.

“Karena tahun kemarin (2019) sekitar bulan dua, ada korban nelayan yang memaksakan ke laut akhirnya nyawanya tidak tertolongkan. maka dari itu kami sangat mengantisipasi kalau ada cuaca buruk tidak langsung berangkat, karena kami juga memikirkan keselamatan,” tuturnya.

(mp/ady/rus)

  • Bagikan