SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Daerah

Cerita Eks Bandar Narkoba di Pasean yang Tobat: Harta Melimpah tapi Hidup Tak Tenang

Avatar
×

Cerita Eks Bandar Narkoba di Pasean yang Tobat: Harta Melimpah tapi Hidup Tak Tenang

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, Madurapost.id – Didik warga Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, sudah tidak asing di telinga masyarakat sekitar. Ia adalah mantan bandar narkoba, yang tobat. Sekarang, ia sudah insaf setelah keluar dari tahanan dengan kurun waktu selama empat tahun.

Saat ini, kondisi fisik Didik sudah tidak se sehat dulu. Ia sekarang mengidap penyakit kolesterol serta penyakit trigliserida hingga kadang sesak napas. Ia mengakui penyakit yang dideritanya timbul sejak dia aktif menggunakan narkoba.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Saya berpesan kepada para pemakai narkoba, kalau bisa jauhi dan berhenti. Karena tidak ada sisi positifnya dan tidak ada untungnya, malah hanya membuat pikiran rusak dan badan jadi penyakitan,” kata Didik disampaikan kepada Madura Post, Sabtu (11/7/2020).

Baca Juga :  Peguyuban Central PKL Pamekasan Lakukan Audiensi di Ruang Sekda Pamekasan

Ia menyampaikan, jika seseorang yang terjebak dalam dunia narkoba, hidupnya akan mengalami kegelisahan. Semua hal akan dilihat serba kelam. Kecuali pada saat dirinya tengah mengonsumsi narkoba. Kala itu pula, hidup akan terlihat serba indah dan nikmat.

“Hal inilah yang membuat seseorang sulit lepas dari pengaruh narkoba,” ujarnya.

Menurut dia, narkoba menciptakan siklus pasang surut bagi pengguna untuk memilih apakah meninggalkan atau tetap memakai narkoba. Namun karena adanya efek ketagihan, maka kebanyakan makin tersedot ke arus pusaran penggunaan narkoba.

Baca Juga :  Mengajari Siswa Dari Pintu ke Pintu, Kadisdik Sumenep : Avan Fathurrahman Ini Kreatif

Dirinya memutuskan untuk meninggalkan barang haram tersebut setelah merasa narkoba itu merusak badannya dan kini sakit sakitan. Awal mulanya, ia memulai menggunakan narkotika karena ditawari secara gratis oleh temannya yang sudah lebih dulu menggunakan obat terlarang jenis sabu-sabu sejak dia masih duduk dibangku SMA pada era tahun 90-an.

Dia mengaku untuk mendapatkan barang haram tersebut waktu itu masih harus membelinya di Kota Malang. Namun karena lama kelamaan merasa ketagihan dan juga banyak pesanan dari teman-temannya, lalu ia memutuskan untuk menjadi seorang bandar narkoba.

Baca Juga :  Rencana Rapid Test Bagi Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sumenep

“Kami memang mendapatkan uang yang berlimpah dari hasil bisnis narkoba. Akan tetapi kami tetap tidak merasakan nyaman apalagi tenang,” pungkasnya. (mp/fat/rus)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.