Bupati Sumenep Tekankan Kemajuan Ekonomi Masyarakat Dengan Program Efektifitas Birokrasi

  • Bagikan
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat menerima dan menyalurkan bantuan zakat serta satunan anak yatim dan duafa dari PT. Garam (Persero) beserta paguyuban petambak udang di Pendopo Agung Keraton Sumenep. (M.Hendra.E)

SUMENEP, MaduraPost – PT. Garam (Persero) dan paguyuban petambak udang salurkan bantuan zakat serta santunan anak yatim dan duafa kepada Badan Amil Zakal Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Senin, 11 Mei 2021 kemarin.

Acara tersebut berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), direksi PT. Garam (Persero), sejumlah anggota paguyuban petambak udang, dan pengurus Baznas Kabupaten Sumenep.

BACA JUGA :  Dispendukcapil Sumenep Maksimalkan Pelayanan Terintegritas, Ini Tujuannya

Bantuan zakat serta santunan anak yatim dan duafa itu bertema “Gerakan Cinta Zakat” dilanjutkan dengan agenda buka bersama. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, mengucapkan terima kasih kepada PT. Garam dan paguyuban petambak udang yang telah membantu memberikan zakat serta santunan anak yatim dan duafa.

“Baznas yang menjadi salah satu penyalur zakat di Kabupaten Sumenep diharapkan bisa membuat terobosan baru. Tentu harus beriringan dengan program yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep,” kata Bupati Fauzi dalam sambutannya, Selasa (11/5).

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan Salurkan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Virus Corona 

Bupati Fauzi menjelaskan, untuk memajukan Kabupaten di ujung timur Pulau Madura itu, diterapkanlah program efektifitas birokrasi dalam penguatan Pemkab Sumenep berbasis pentahelik (multipihak). Program tersebut yakni untuk memaksimalkan sinergitas yang dibangun untuk semua pihak, antara masyarakat dan Pemkab setempat.

“Saat saya dilantik menjadi Bupati dua bulan lalu, saya langsung berkoordinasi dengan DPM-PTSP untuk sigap dalam menyikapi banyaknya tambak yang belum mengantongi izin,” tutur mantan Wakil Bupati ini.

BACA JUGA :  Dihadapan Menteri LHK, Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Bicara Sampah di Pesantren

“Kami tugaskan DPM-PTSP untuk membuat paguyuban-paguyuban sesuai dengan bidang-bidang masing-masing,” tambahnya.

Hal itu dilakukan, kata dia, demi menunjang perekonomian yang ada di Kabupaten Sumenep. Perhatian kepada elmen masyarakat menurutnya perlu dilakukan agar bisa membangun Bumi Sumekar bisa bersama-sama.

“Didalamnya ada swasta, akademisi, masyarakat, dan media. Maka secara otomatis kita membangun Sumenep ini bersama-sama,” tukasnya.

  • Bagikan